Hari ini gue bangun siang, seperti biasa di hari libur. Abis isarapan cornflakes, gue beres2 kamar sampe siang. Sempet nonton quiz tebak gambar + piramida baru. Sorenya lanjut quiz Family 100 + Roda apa deh. Anyway, gak ngerti kenapa gue jadi suka nontonin quiz kek begitu. Dan gue suka gemes sendiri kalo para pesertanya pada gak bisa jawab sementara gue di sini dah jawab sampe jerit2 dan ternyata bener. Gue mpe ngomong ma nyokap, "Ma, adek ikut quiz aja yah?" Kata nyokap, "Iyah, seharusnya tiap ngumpul ma sodara2 kek lebaran maren, pada maen tebak paramida. Kalo dah jago, pada maju tuh ikut quiz." Weh, nyokap serius yak jadinya?
Abis shollat maghrib, gue mulai beres2 koper. Besok gue kan dah mudik ke Bandung. Orang laen sih dah pada pulang, gue malah baru mo cao. Abis ngehindarin macet. Well, gue bawa 4 t-shirt lengan buntung + 1 t-shirt ijo kerah tinggi. Yang laennya piyama ( harus ) bla bla blah. Gak ngabisin waktu lama. Abis itu gue ke kamar nyokap, nonton Scary but True, trus makan es buah bareng2. Ngobrol2 bentar, baru ke kamar inih...
Padahal gue tau, berada di dalam kamar ini sendirian dengan pencahayaan yang minim, bikin gue sedih mendadak. Belum agi pasang cd yang lembut2. Hhh, gue tau betapa menjengkelkannya menjadi melankolik, tetapi gue tetap pasrah terperangkap dalam kemelankolikan itu. Suasana seperti ini selalu mengasingkan gue dari keramaian dan membuat gue dapat berpikir banyak. Semua dah bobok. Sinar terang yang hanya datang dari lampu kecil di atas tempat tidur dan dari monitor. Menghempaskan tubuh di lursi hitam ini. Membuka satu per satu blogger anak2. Tersenyum sendiri. Lalu termenung. Lalu terkekeh. Itulah gue. Di antara kegelapan malam dan keheningan waktu.
BloGgY, apakah ini yang menjadi jawaban dari doa gue selama ini? Apakah ini titik ujung dari pengharapan gue? Apakah ini yang dinamakan kehilangan? Mengapa rasanya selalu sakit? Mengapa selalu dihadirkan pada saat gue justru butuh sesuatu untuk bersandar? Jawab, BloGgY...
Semalam gue butuh waktu untuk terisak. Semalam gue perlu waktu untuk menjadi lemah. Hingga akhirnya embun itu mengering dan membersihkan buram di mata gue. Walau hingga detik ini gue masih menyisakan satu ruang kecil untuk tetap menanti, tapi gue setidaknya punya 5 atau 6 ruangan lain untuk melepasnya. Tapi itu berarti, gue harus mengalaminya kembli untuk ke empat kalinya. Bahkan untuk satu pelukan terakhirpun, gue tidak bisa meminta.
Sudahlah. Jangan bikin malam ini semakin kelam.
They can say anything they want to say, try to bring me down.
But I will not allow anyone to succeed hanging clouds over me.
And they can try hard to make me feel that I don't matter at all.
But I refuse to falter n what I believe or lose faith in my dreams
They can do anything they want to you if you let them in
But they won't ever win if you cling to your pride
And just push them aside
They can say anything they want to say, try to break me down
But I won't face the ground
I will rise steadily, sailing out of their reach
Anyway, membacanya membuat gue percaya bahwa gue dilahirkan tidak untuk menyakiti mereka. Bahwa gue di sinipun punya sesuatu hal yang baik yang tidak pernah kalian sadari.
Makasih Soni, yang sudah mengajarkan sha tentang arti bertahan untuk hidup yang lebih baik. My pry is dedicated for u, bro... =)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment