Semalem gue cerita ma kamu tentang apaan sih? Pas hari ini gue baca, gue kaget, kok kata2 gue mengandung esmosieh gitu. Pasti karena semalem gue dah ngantuk banget jadi gue ngomong gak pake mikir. Tauk deh, maren gue sangat teramat capek dan gue pen marah2. Ternyata hari ini kebukti, gue dapet mens! Taraaa!
Jadi, gue del tuh cerita, BloG.
Sebenernya sih gue cuma mo jawab kata2 seseorang bahwa gue : BERUBAH. Kalau kata itu diakhiri dengan tanda baca titik, tidak dengan koma, mungkin gue masih bisa paham. Cuma sayangnya, kata itu diakhiri dengan tanda baca koma. Vonis yang diberikan sungguh2 gak fair buat gue. Kenapa harus melihat dari satu titik aja? Kenapa gak coba mengurai rangkaian hal untuk mendapat jawaban sendiri tentang perubahan gue?
Sudahlah. Gue lelah. Gue memang berubah. Jauh sebelum kamu mengatakan, gue dah tau kok. Gue gak mau muna untuk balik bertanya, "Apa iya gue berubah?" karena gue sendiri yang menginginkan perubahan ini. Gue hanya gak ingin berpikiran mumet lagi untuk mengejar sesuatu yang gak pasti, mengejar sesuatu yang semakin lama semakin samar di mata gue. Jangan bilang gue gak mau berkorban. Kamu pasti melihat dong seberapa gue berusaha untuk berkorban. Tapi gue kan punya titik batas. Tapi gue kan punya masa depan sendiri yang harus gue pikirin juga. Sebentang waktu, yang seharusnya kamu pergunakan untuk menunjukkan bahwa kamu cukup punya sikap atas kata2 manis kamu, tidak kamu pergunakan. Kamu ingin A, tapi kamu tidak berusaha menggunakan energi kamu untuk meraih A, bagaimana bisa? Mengapa kamu malah menyalahkan B, C, atau D ? Mengapa kamu tidak berpikir bahwa semua itu karena diri kamu sendiri?
Tapi hhh! Gue memang gak mau menyalahkan kamu. Bagaimana jika semua memang bukan salah kamu? Itulah. Gue gak mau membenci orang yang salah. Gue gak mau menaruh image buruk pada kamu. Dan kamu, jangan menyalahkan diri setelah semua ini. Jangan jadi pesimis untuk kelebihan2 kamu. Gue selalu menyukai orang yang punya prinsip kuat. Di luar semua itu kamu teramat baek. Bahkan 1/364957677150 detik sebelum gue menghirup nafas 1/317301730739466 detik lalu, kamu tetap yang terbaek. Tapi ternyata, kebaekan kamu tidak cocok untuk mencairkan kejahatan gue. Maafkan gue.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment