Monday, December 02, 2002

IS IT LOVE ?

Kalau kita bertemu dengan seseorang yang membuat hati kita bergetar, biasanya kita langsung mengambil kesimpulan bahwa dia adalah seseorang yang tepat untuk diri kita. Tetapi setelah berjalan sekian lamanya, baru ketahuan dey kalo kesimpulan awal kita dulu ternyata salah total. Wajar kalau akhirnya banyak yang bingung, karena tidak bisa membedakan yang namanya tertarik, kagum, dan cinta.

1... Jangan Terlalu Cepat Yakin.
Tahap awal dari suatu hubungan percintaan, biasanya sangat memabukan. Di tahap ini, kita dan dia, sedang berada dalam kondisi yang paling menarik. Sama seperti petugas sales yang mempromosikan produk2nya. Mereka pasti akan memakai baju dan dasi yang terbaik serta memperlihatkan tata krama yang luar biasa. Begitupun kita dan dia. Pada tahap awal, semua nampak manis. Semua ingin dilihat sebagai figur yang sempurna. Terserah mau dibilang jaim atau muna, tapi memang begitu kan kenyataannya ?

Sesudah saling meyakinkan pasangan bahwa kita ini "hebat", baru terjadi yang namanya... jatuh cinta. Pada saat jatuh cinta seperti ini, kita berada di bawah pengaruh phenylethylamine ( PEA ), yaitu senyawa kimia alami di dalam otak yang menciptakan getar2 saat kita bertemu dengan dia. Disarankan, jika kita sedang berada dalam pengaruh PEA, janganlah membuat keputusan lanjut yang penting, seperti keputusan untuk menikah.

Setelah itu, ada permaenan faktor gairah seksual, yang meningkatkan keintiman kita dengan dia. Emosi cenderung naek - turun karena perlahan kita mulai saling menunjukkan kepribadian yang sesungguhnya. Ketidakjelasan dan ketidakpastian inilah yang membuah kita mudah tersinggung dan berpikiran negatif. Namun di sisi laen, kita juga saling berusaha meyakinkan bahwa kita tidak akan saling menyakiti. Well, tahap ini berlangsung sekitar 18 - 36 bulan.

2... Cari Pendapat Orang Lain
Berhubung kita cenderung menilai dia sebagai seseorang yang sempurna, tidak ada salahnya kita meminta pendapat orang laen tentang dia, seperti meminta pendapat sahabat, sodara, orang tua. Mereka ( biasanya ) cenderung lebih jujur dan objektif. Selaen itu, proses memperkenalkan dia dengan orang2 di sekitar kita, merupakan upaya agar kita bisa melihat bagaimana dia bisa beradaptasi dengan kehidupan kita nantinya.

3... Kecocokan Sifat
Jatuh cinta sama artinya dengan menyatukan ego kita dengan ego dia. Artinya, siap2 ketemu masalah yah ! Saat masing2 mulai menunjukkan pribadi yang sesungguhnya, pada saat itulah kita mulai menemukan bahwa ada beberapa hal dari dirinya yang tidak sesuai dengan kebutuhan kita. Meskipun menerima kenyataan tentang siapa dia sebenernya, sumtime merupakan proses yang menyakitkan... tapi itu perlu ! Karena dengan begitu, kita bisa melihat apakah hubungan yang ada patut dipertahankan atau nggak.

Gak ada salahnya, kita membuat daftar tentang sifat yang kita cari dari pasangan ideal, seperti :
a. Apakah dia menarik secara fisik / seksual ?
b. Apakah dia mau mendengarkan kita dengan baik ?
c. Apakah dia menghargai kita ?
d. Apakah sifatnya cukup fleksibel ?
e. Apakah dia bertanggungjawab dalam hal keuangan ?
f. Dapatkah dia memandang situasi dari cara pandang kita saat dia mempertahankan argumennya ?
g. Apakah dia menunjukkan sikap bahwa dia menyayangi kita sesering dia mengatakannya ?

Tentu aja, daftar ini berbeda pada tiap orang, tergantung kebutuhan masing2 individu. Jadi, jangan lupa, untuk menambahkan hal2 yang menurut kita penting, meski menurut orang laen gak penting, seperti :
h. Bisakah dia membiarkan anda mendengarkan lagu kesayangan kita yang tidak disukainya ?
i. Apakah dia menyukai Elmo, anjing kesayangan kita ?
j. Apakah dia mau jalan2 naek bis kota ?

Dan seterusnya... dan sebagainya...

4... Jujur Pada Diri Sendiri
Sekarang, coba dey jujur pada diri sendiri.
a. Apakah kita selalu ingin bertemu dengannya ?
b. apakah kita merasa senang saat bersamanya ?
c. Apakah pertengkaran justru membuat kita makin mengerti satu sama laen ?
d. Apakah perbedaan justru membuat kita makin dekat ?
e. Apakah kita bisa menjadi diri kita sendiri saat bersamanya ?

Memang tidak harus, jawaban atas seluruh pertanyaan pada bagian ke-3 dan ke-4 adalah postitif, baru kita bisa membuktikan bahwa dia memang tepat untuk kita. Setidaknya, mayoritas pertanyaan itu, dijawab tidak negatif. Jika mayoritas jawaban atas pertanyaan2 kita adalah positif, itu berarti kita telah mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dalam hubungan kita dengan dia. Cinta birahi biasanya terasa menggebu2 tapi cepat hilang. Cinta sejati, cenderung bertambah semakin dalam, seiring berjalannya waktu.

Jadi...
Jangan terburu2 mengambil keputusan. Biarlah waktu membuat kita mengenal dia dan diri kita sendiri dengan lebih baik, hingga akhirnya kita bisa menyimpulkan, apakah kita sekedar tertarik dengan dia... atau sebaliknya, mencintai dia begitu dalam.

Dirangkum dari artikel Amor nya Cita Cita No. 24/III ( 28 Nov - 13 Des 2002 ).


No comments:

Post a Comment