Sayang,
Semalam, Selly berceloteh panjang lebar, "Gue melihat pengertian cinta yang sebenernya itu ada dalam diri loe. Bagaimana loe menerima semua kekurangan Ranggi dengan tulus apa adanya. Gue tau lah bagaimana hubungan loe berdua dari awal. Coba dey, dari sikap dia selama ini ke elo, ada gak yang gak nyakitin loe? Dia emang baik tapi dia terlalu sering bikin loe sedih. Dan loe tetap ada untuk memahami dia. Cara loe mencintai seseorang menjadi inspirasi gue."
Selly berceloteh panjang lebar seperti itu begitu aja, tanpa gue sebelumnya berkeluh kesah sedikitpun tentang kamu. Gak munafik. Gue tersanjung saat itu meskipun gue gak pernah meminta sebentuk penghargaan seperti itu. Dan kemudian berpikir, "Sungguhkah cinta gue emang sesempurna itu? Dan kamu, sungguhkan sejahat itu pada gue?"
Gue gak pernah melupakan semua hal yang pernah kita lalui bersama. Mulai dari kenangan pahit hingga manis. Perkenalan kita di lift kampus. Kamu memberikan gue bunga di foodcourt PS. membuat gue tersipu di hadapan orang banyak. Merayakan valentine berdua di TC di mana tatapan kita sudah cukup bicara banyak tentang cinta yang sama2 kita miliki. Saat kita larut dalam tawa berdua. Saat kita menangis bersama dalam pelukan. Saat kita saling mencaci dan kemudian memaafkan. Ciuman pertama kita. Sentuhan pertama kita.
Memang hubungan kita sekarang bukanlah hubungan yang gue inginkan. Tapi memang di dalam hidup ini gak semua hal yang kita inginkan bisa kita dapat kan? Yang pasti, gue dah berusaha untuk mewujudkan apa yang gue inginkan. So do u, don't u? Dan apapun yang terjadi nanti, gue gak akan menganggap bahwa kamu adalah orang yang sia2 dalam hidup gue, dan cinta ini... cinta yang gue berikan pada kamu, tetaplah menjadi cinta yang indah. Gak ada yang salah dalam diri kamu terlebih dalam diri cinta itu sendiri. Hanya aja, mungkin... cinta indah milik gue pasangannya bukan cinta indah milik kamu. Tuhan menciptakan pasangan yang lain untuk cinta gue, begitupun untuk cinta kamu.
Dan bagaimanapun nanti, gue tetap bersyukur telah diberi kesempatan untuk mengenal kamu. Howeva, Tuhan telah mengabulkan doa yang pernah gue panjatkan. Seorang laki2 yang lebih tua dari gue, tidak terlalu cemburuan dan posesif, supel, dan bisa mengarahkan gue. Dari kamu, gue belajar banyak tentang hal2 yang sebelumnya gak gue ketahui. Dari kamu, gue bisa menjadi pribadi yang lebih tenang dan lebih dewasa. Kamu sungguh warna baru untuk gue. Thx 4 everything, dear. Jaga diri kamu baek2 di manapun kamu berada saat ini.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment