Saturday, January 13, 2007

Dear, BloGgY…

Lama banget yah kamu tertidur? Mimpi apa saja? Aku menghadapi berbagai kenyataan di antara rajutan mimpi yang sdh sangat lama tidak aku bagi ke kamu.

Hoa, thx God, akhirnya gue punya rumah dengan line telfon. Gue bisa internet an lagi di rumah! *jingkrak2* Walaupun tidak di kamar hijau gue lagi... *hikz*. Sekarang, di rumah baru gue ini, kamarnya sudah berganti nama menjadi KAMAR COKLAT. My the most fave colour. 2 pasang dinding nya gue cat dengan warna coklat krem dan 2 pasang dinding nya gue cat dengan warna coklat tua. Masing2 berhadapan. Tetapi sekarang kamar gue masiy berantakan. Tiap hari tukang di rumah gue masiy "dakdukdakduk". Nanti yah, kalau dah rapi, kalau gorden-sprei-dan ranting2 coklatnya sdh terpasang, gue akan paparkan fotonya di sini.

Can't hardly wait to introduce my brown room to u, babe.

Hmmm, pastinya banyak banget cerita dalam hidup gue. My prev entry was 8 months ago? Gosh! Tapi gak mungkin kaliya gue membagi semua cerita itu di sini. Agipula, selain ketemu kamu, BloGgY, gue juga habiskan waktu utk jalan2 ke blog laen. Ya ampun, tiada habis rasa kagum gue menemukan begitu banyak orang blog yang sukses di berbagai hal! Nie yang sudah menikah dan punya bayi Michelle yang lucu. Ollie yang makin hebat dengan kutubukutubuku nya. Bry yang dah punya ce bernama Ijollie (do i spell her name correctly?). And so on and so on.

Sementara gue di sini? Tetap seorang Sasha. Tidak terlalu banyak perubahan berarti. But sumthing that goes smoothly is good for me. Hanya aja, gue bosan banget dengan tampilan blog gue. Gue pen setelah sekian lama gue gak hadir, gue datang dengan wajah blog yang berbeda. But to be honest, gue adalah satu dari sekian makhluk (minoritas) yang gaptek dalam hal otak atik blog. Gue pen warna blog gue jadi coklat tua, mature, fresh! Dan please... gue pen sekali mengganti foto yang terpampang di sini!

But i dunno how to do it all!!!
Sumbody, please help me!!!

*stress*

Well, gue mulai cerita aja ah...

Desember 2006
Bulan yang sangat melelahkan! Semua sales force membuat seakan2 di dunia ini tidak ada kebutuhan lagi selain promosi mereka, produksi mereka, persistency mereka. Yah, mereka, mereka, dan mereka.

I deal with them in every single day nowadays. Andai saja di meja gue tersedia tombol2 dengan perintah "issued", "in force", "tranfer", "input" yang tinggal gue pencet sesuai keinginan mereka, mungkin gue dan temen gue tidak pakai se stress Desember kemaren. Too bad, meja gue hanya ada satu set komputer dengan monitor 17 inch flat merk samsung,seperangkat SOP dan ops update, file2 dan copy polis, form OSC, serta berkas2 copy registrasi dan copy dokumen punya agent yang alhamdulillah banget kalau langsung bisa gue taruh hari itu juga menit itu juga di map nya loket.

Tapi kan kenyataannya gak seperti itu! Gue harus discuss sama department lain. Underwriting, billing, policy service, customer care, finance, sampai legal untuk mewujudkan permintaan mereka. Sum cases malah harus dimintakan consideration dengan para atasan. Udah pakai lari2, udah pakai datang sepagi apapun, sampai udah pakai mimpi2 segala, tetap saja waktu tidak pernah cukup utk fulfill their needs and their wants.

Pernah tau cerita Cinderella versi Indonesia saat si upik abu diminta bikin telur dadar sama saudara tirinya karena saudara tirinya itu bosan dengan telur rebus? Si Cinderella mencetus, "Tanganku cuma dua!!!"

Rasanya gue juga pen tereak seperti itu kepada mereka.

Tetapi ok, gue akui, para sales force di kantor gue memang luar biasa. Meski gue lebih menyukai orang2 yang assertive, tetapi sikap aggresive mereka itulah yang menjadi kunci kesuksesan mereka. Bayangkan, penghasilan mereka per bulan bisa mencapai 400 juta lho! Dan mereka adalah para sales force yang mobilnya sama dengan mobil CEO gue. Mereka adalah orang2 yang membuat para data entry di kantor gue ketibanan proposal berjumlah 5000 per hari. Mereka benar2 macan yang kelaparan dan hebat!

Kita? Team Operation Solution Specialist dah seneng banget kalau bisa memenuhi keinginan mereka. Gak perlu hampir saban hari diberikan bingkisan sama mereka, mulai dari j.co sampai pizza. Kita anti briberry. Gak usah dikasiy begituan juga kita akan bekerja sungguh2 untuk mereka. But well, sehubungan mereka tetap maksa kasiy, akhirnya kita terima. Makanan gitu lhooo!!! Tau ndiri team OSS itu pada perut gentong semua.

Jadi, Desember 2006 kemaren adalah bulan yang sangat memacu andrenalin. Tiap hari pulang jam 1/2 8 malam ke atas. Email kantor sudah 400-an saking gak ada waktu buat baca, bahkan buat submit overtime aja harus saling mengingatkan. Feeder busway Kota Wisata? Untuk sementara gue harus rela hanya diantarkannya di pagi hari aja karena satu2nya tranportasi paling nyaman yang tersisa di jam kepulangan gue hanya omprengan arah Cileungsi.

Mpe kamar jam 10 malam. Bersih, pup, sholat... baru bobok jam 1/2 12 malam. Jam 1/2 5 subuh dah harus bangun lagi dan jam 5.30 dah harus berangkat ke tempat feeder busway.

Itulah yang membuat gue sekarang malas bawa mobil pribadi. Lebih enak tidur di dalam feeder busway (sumtimes gue suka sebel kalau jalanan gak macet krn gue jadi tidak bisa tidur lama di dalam feeder *hihihi, orang yang aneh!*). Gue bawa mobil pribadi hanya hari Jumat saja. Soalnya kalau hari Jumat, pulang kantor suka nyambung hangout, kalau gak sama Bang Ai yah sama anak2. Kalau bawa mobil hari Jumat, meskipun pagi2 macet banget di jalan tol Taman mini, tetapi rasanya enjoy aja. Gue pernah bawa mobil hari Senin. Pagi2 kena macet di jalan, rasanya pen marah2 seharian.

Alhamdulillah, tanggal 29 Desember 2006, kantor diliburkan. Karena apa? Karena keuntungan Prudential tahun 2006 ini dah sangat melebihi target yang diperkirakan. Cihuy! Mudah2an bonus bulan Maret nanti juga ikutan sangat melebihi dari yang gue perkirakan :P

Malam Idul Adha... gue hangout sama Bang Ai, Reiza, Ari (Reiza's g/f), Adrie, Via dan... 2 temen lagi (sepasang co ce) yang namanya... namanya... *gubrak*. Ya Tuhan, namanya siapa yaaa? Kok gue bisa jadi tambah parah gini penyakit kesulitan menghafal nama?

Yah, pokoknya kita berdelapan hangout bareng setelah sebelumnya gue menghabiskan fasilitas flexiben Desember 2006 ini dengan membeli kacamata minus. Yipie, silinder gue turun lho jadi 0.25 aja. Dan, gue serta anak2 hangout di Citos.

Pertama, makan di Mangkok Putih. I eat steam duck with hainan rice. Trus rencana ingin nonton Pocong2. Tetapi tinggal tersisa tempat duduk paling depan. Gue, Bang Ai, Adrie dan Via siy gak masalah mesti mendongak2 segala. Tapi sehubungan Reiza males, ya udah nonton Pocong2 nya batal. Mau antre yang midnight tapi besoknya kan harus sholat ied?

Oiya, sempet ketemu sama Didi dan Ayang di bios. Mereka pen nonton Happy Feet. Sempet kita ajakin maen billiard aja, tetapi akhirnya billiard nya batal, mereka jadi nonton Happy Feet. Then, gue dan anak2 lanjut nongkrong sambil ngupi2. Setelah bolak balik cari tempat yang ada sofa nya, akhirnya menemukan satu sofa kosong di Mister Bean (padahal kalau nyari sofa mah di rumah juga ada ^_^)

Anak2 pada pesen berbagai rupa hidangan. Ari si tukang makan yang badannya segede lidi memesan lasagna padahal di Mangkok Putih dia sudah melahap berbagai makanan (dunia tidak adil di mana gue cuma minum air putih doank juga jadi daging!). Via pesan rum coffee yang rasanya aneh. Sementara gue lagi males ngopi jadi pesen choco ice cream aja.

Kita ngobrolin berbagai hal. Pada ngakak dengerin cerita nostalgia Bang Ai, Reiza dan Adrie (mereka bertiga satu sekolahan waktu tk dan sd dulu). Trus kita berencana untuk maen Super Deal (di mana Arie dan teman ce yang gue lupa namanya itu sudah memenangkan Super Deal duluan di episode yang disiarkan di TV tanggal 02 januari 2007 kemaren). Dan tanggal 27 januari besok, kita rencana mau ke Dufan bareng! Hip hip huray!

Malam Taun Baru 2007

Hayo, malam taun baru pada ke mana? Tadinya gue, Bang Ai, Reiza, Ari, Adrie dan Via mau spend time bareng. Tapi sehubungan Adrie harus menghabiskan waktu dengan keluarga, akhirnya gue setuju waktu Dimaz (my brotha) ngajak malam taun baruan di rumahnya, Virgina Lagoon-BSD City. Yang bikin gue semangat, Bang Ai juga ikutan!

Jam 12 siang dah cabut ke rumah Dimaz. Mom minta diajak puter2 daerah BSD dan Tangerang. Mampir di gallery yang jual pernak pernik rumah yang lucu. Mom beli ranting hias berwarna hijau toska dan merah yang keren. Gue juga gatel pen beli ini itu. Lucu, rasanya baru kemaren gue lebih peduli dengan benda2 berbentuk Winnie The Pooh dan teman2nya, sekarang gue lebih tertarik dengan benda2 berbau furniture dan berbau ekterior interior rumah.

Malamnya, kita makan di Platinum BSD Junction. Keluar dari BSD Junction, jalanan dah macet banget. Sempet mampir ke gate nya super cluster The Green utk melihat 6 buah obor yang menjulang tinggi dan indah di sana. Lalu sehabis itu pulang.

Kita ngumpul di kamar Dimaz dan Mbak Andrin sambil nonton SpiderMan 2 dari TV Plasma LG nya Dimaz. Dan detik2 pergantian tahun pun tiba. Dari balik jendela kamar belakang, kita melihat kembang api kembang api membumbung tinggi di angkasa. Semarak dan luar biasa! Yang unik, suara kembang api itu disahuti suara kodok2 ngorek di halaman belakang Dimaz. Jadi seperti suasana di pedesaan.

Lalu kita pindah ke balkon kamarnya Dimaz. Dari situ, kita bisa melihat atraksi kembang api yang lebih menarik. Tetangga depan rumah juga ikutan masang berpuluh2 kembang api dari halaman samping rumahnya. Meskipun banyak kembang api yang melempem, tetap aja seru, karena bisa melihat live di depan mata. Ada yang warna ungu, biru, merah…

Begitu acara kembang api selesai, hujan mulai turun rintik2 dan lama2 deras. Kata mom, semua tukang terompet memang seharian itu tidak mandi supaya hujan tidak turun dan dagangan terompet mereka laku. Memang bener begitu? Hiiih…

Well, walaupun tidak merayakan dengan acara buka kamar atau ngafe sama anak2, tetap aja malam pergatian tahun baru kemaren terasa indah, karena bisa gue rayakan dengan keluarga tercinta dan Bang Ai tersayang. Setelah hujan turun dan saling mengucapkan selamat tahun baru, kita beranjak tidur ke peraduan masing2.

Happy Blessed New Year, everybody!

JANUARI 2007

Hari pertama di bulan Januari 2007 gue lalui dengan… berenang di Ocean Park! Sebelumnya kita jalan2 dulu ke pasar modern tradisional nya BSD City dulu dan makan soto mie.

Saat kita sampai Ocean Park, suasana di sana sdh ramai sekali. Mom dan Dad sempat ingin pulang aja dan mencobanya lain kali tetapi akhirnya kita tetap masuk. Karena kalau diundur lain kali, gak bakalan jadi2. Kalau Dimaz dan Mbak Andrin siy tinggal nyebrang aja dari rumahnya, tapi kalau gue dan Bang Ai? Eldorado yang di Legenda Wisata aja belum kesampaian sampai sekarang.

Wah, seru banget berenang di Ocean Park. Ada kolam arus, ada perosotan spiral… dan yang paling seru adalah kolam ombak! Gue, Bang Ai, Dimaz, dan Mbak Andrin mpe 3 kali nyobain kolam ombak. Gak terasa dah 4 jam kita di dalam air.

Pas di dalam kolam, tidak terasa capek. Tetapi saat keluar dan berjalan menuju kamar mandi, gue baru berasa lemesss banget. Mungkin yang bikin capek adalah berkali2nya gue jatuh dari ban sehingga gue harus berusaha untuk naik lagi ke ban tersebut (padahal gue lagi di kolam arus dan kolam ombak) dan berkali2nya kita saling mendayung di kolam ombak supaya ban kita saling berdekatan.

Akhirnya pulang dan beres2. Gak lama kemudian kita cabut dari rumah Dimaz dan Mbak Andrin karena besoknya dah harus masuk kantor lagi. Yang bikin bete adalah, kulit gue melepuh! Karena tidak adanya persiapan membeli sun block dulu sebelum berenang, akhirnya gue Cuma pakai body lotion. Alhasil, kulit gue gosong dan membentuk baju renang. Jelek banget! Bang Ai, Dimaz, dan Mbak Andrin juga menghitam tetapi tidak terlalu. Sementara gue yang mempunyai pigmen kebanyakan jadi seperti orang Negro.

Selain gosong, kulit gue juga gatel2 dan mengelupas di sana sini. Paling sebel waktu kulit muka gue meletek2. Dah dikasiy pelembab mpe cream dokter, masih juga meletek. Ditambah, kulit kepala gue yang juga jadi berketombe. Aduh, pokoknya gak nyaman banget dey! Untung sekarang kulit muka gue dah tidak mengelupas lagi dan kepala gue tidak berketombe lagi. Akan tetapi, kulit badan gue masiy terasa kering.

Cuma itu gak bikin gue kapok berenang di Ocean Park. Rencananya, bulan depan, gue dan anak2 kantor akan berenang lagi di sana!

SUASANA KANTOR DI JANUARI 2007

Hari Selasa, 2 Januari 2007 akhirnya gue putuskan untuk cuti karena badan gue sakit2 semua. Gue dah bangun subuh2 tetapi gue gak bisa beranjak dari tempat tidur. Lansung sms Mbak Rany dan Mbak Junia. Itulah enaknya di kantor gue, permntaan cuti bisa diajukan mendadak. Bahkan bisa diajukan jika cuti sdh kita jalankan.

Dan hari Rabunya gue masuk kantor seperti biasa. Gue pikir, setelah Desember 2006 berlalu, pekerjaan di kantor akan menjadi rendah load nya. Ternyata sama aja! Sehubungan banyaknya sales force yang ingin mengikuti promosi jabatan dan memenangkan kontes ke Viena, maka permintaan issued dan pemulihan polis dipercepat juga masih banyak banget. Itu juga karena adanya program appeal. Sedangkan di masing2 department, incoming document sedang mengantri untuk dianalisa. Jika mengandalkan runner tidak mungkin semua bisa terwujud. Sehingga gue dan team OSS yang lain harus turun langsung.

Hari Sabtu lalu, seharusnya gue ikut acara outbond ke Anyer bareng anak2 se-life admin department di kantor gue. Tapi sehubungan gue sakit mata (mata gue memerah dan perih), akhirnya gue batalkan. Agipula banyak temen2 deket gue juga gak ikut. Secara di berita2 saat itu diinformasikan untuk menghindari lautan Jawa karena ombak sedang tinggi sekali, pastinya orang deket kita juga melarang kita untuk berangkat ke Anyer.

Akhirnya weekend minggu lalu gue habiskan hanya dengan menghadiri perayaan ultah Dimaz dengan makan2 di resto Sunda Kelapa, Ancol. Have u ever been there?

Buat yang belum, it’s a must! Karena semua seafood di sana enak banget, mulai dari udang galahnya yang segede2 kepiting, udang soka goreng tepungnya yang lunak dan yummy sekali (it’s the most fav of mine), cumi bakarnya yang di tengah2 setiap potongan ada telurnya, mpe oseng kangkung nya yang mantaB! Gue rasa, itulah seafood terenak yang pernah gue makan. Dari luar, penampilan resto nya biasa banget. Tetapi yang parkir mobil2 mewah dan banyak sekali. Ternyata rasa makanannya memang luar biasa.

Pulang dari acara makan2, gue dan Bang Ai nonton Pocong2 di Cibubur Junction. Hiiih, serem banget! Gue paling merinding waktu adegan Ringgo cium Revalina malem2 trus tiba2 ada telfon dari si.. Ringgo… upz! Jadi nyeritain dey. Pokoknya yang belum nonton, sialhkan aja nonton film garapan Oom gue itu… J

Dan weekend ini gue sakit mata lagi. Bermula dari hari Jumat subuh kemaren. Saat bangun tidur, gue lihat di kaca mata gue merah sekali dan terasa perih. Tadinya gak mau masuk. Tetapi mengingat acara Kick Off yang penuh makanan enak, akhirnya gue paksakan juga berangkat.

Apakah acara Kick Off itu? Kick Off adalah acara pergantian tahun di kantor gue, di mana CEO dan perwakilan jajaran direksi mengucapkan terima kasih kepada segenap karyawan atas hasil kerja keras kita semua selama setahun ke belakang. Di acara tersebut juga disebutkan benefit apa saja yang akan kita dapat sebagai balas jasa kerja keras kita.

Setelah acara berpidato ria, kita dipersilahkan untuk menyantap makanan yang mana pelayan setiap stand yang ada adalah CEO dan para senior manager kita. Gue menyantap bubur ayam, dimsum, lontong cap gomeh, dan Starbucks. Gue kekenyangan sekali!

Selesai acara, kita balik ke kantor. Seneng banget system off karena IT sedang menjalankan running commission batch untuk para agency. Tetapi masalahnya ada beberapa pendingan yang harus done saat itu juga untuk appeal pada agency agar mereka bisa menjalani promosi jabatan dan berangkat ke Vienna. Gue sempet ke Mbak Herni dulu untuk dapat follow up pendingan2 di Dr. Heldy.

Dan mata gue pun semakin perih saja. Akhirnya gue ajukan cuti ½ hari dan diperbolehkan. Sebelum pulang, gue sama anak2 minum juice dulu di belakang kantor. Hmmm, strawberry juice di kantor gue seger banget dey!

Gue menyetir mobil pulang dengan rasa menderita yang teramat sangat karena mata gue terasa perih terkena cahaya matahari. Sepanjang perjalanan terus2an keluar air mata. Mana gue gak bisa pakai sun glasses karerna saat itu gue pakai kacamata minus.

Akhirnya mpe rumah gue langsung ganti baju dan tertidur. Gue bangun hanya untuk makan dan minum obat. Selain sakit mata, gue juga lagi terserang batuk berdahak. Cuma sorenya, gue deneger kabar dari Mbak Susi bahwa system di kantor dah nyala lagi. Langsung gue sms Mbak Junia dan Nissa untuk follow up pendingan gue ke masing2 helpdesk.

Dan hari inipun, kedua penyakit gue belum sembuh. Sebenarnya gue mau ke dokter mata tapi gue belum pernah ke dokter mata jadi gue ketakutan kalau harus ke dokter mata. Cuma kalau sampai besok mata gue masiy parah, maka gue mau gak mau harus ke dokter.

Yang lucu, Dimaz dan Mbak Andrin juga sempet sakit mata dan mereka dah ke dokter mata. Cuma sepertinya gue bukan sakit mata karena virus. Gue sakit mata karena ada bagian di mata gue yang terluka. Hikz hikz, sangat sangat gak nyaman rasanya…

HUBUNGAN GUE DAN BANG AI

Gak terasa, hubungan gue dan Bang Ai sdh hampir menginjak usia 3 tahun di bulan Februari 2007. Insya Allah, rencana kita berdua di bulan Agustus nanti bisa terlaksana dengan lancar tanpa hambatan. Persiapan demi persiapan sdh mulai dicicil sejak tahun lalu. Gedung sdh oke, decoration sdh oke, catering sdh oke. Yang penting 3 hal besar itu dulu yang dah harus fixed dari jauh2 hari.

Tetapi masiy banyak hal lain yang masiy harus diurus. Walaupun sifatnya kecil2 tetapi justru kalau miss satu bisa fatal akibatnya. Cuma agak sulit untuk mencari waktu di mana gue dan Bang Ai sama2 disibukkan dengan pekerjaan. Weekend sebenernya gue free tetapi Bang Ai kan hari Sabtu juga harus masuk kantor? Sedangkan gue ingin milih undangan, souvenir, dan dokumentasi dengan ditemani dia.

Tetapi sebenernya yang paling harus disiapkan adalah mental kita berdua masing2. Sampai dengan sekarang, acara marah2an masiy sering terjadi. Gue akui gue yang lebih sering menjadi pihak yang egois sementara Bang Ai lebih sering menjadi pihak yang sabar dan pengalah. Mood gue sering berubah2.

Jujur juga, gue masiy sering bertanya2 dalam hati, diakah yang memang Tuhan takdirkan untuk menemani sisa hidup gue? Diakah yang akan menjadi suami dan ayah anak2 gue kelak? Mampukah dalam kebersamaan kita nanti, rasa cinta dan sayang itu tidak pernah luntur? Gue ingin selalu seperti masiy pacaran sama dia, walaupun nanti gue dan dia dah menjadi kakek nenek. Ada rasa kangen yang luar biasa, greget, cemburu, malu2… membumbui hari2 kita. Gue ingin senantiaasa saat memeluk dia, mencium dia… bukan menjadi sebuah kewajiban tetapi memang gue lakukan karena rasa cinta dan sayang gue yang begitu dalam gue rasakan.

Yah, kadang gue masiy merasa ragu apakah gue sanggup menjalani sebuah kehidupan di mana mungkin akan banyak perubahan terjadi di dalamnya dibandingkan kehidupan gue sebelum2nya. Gue juga jadi ingat segala kenanangan yang telah lalu. Mereka yang pernah hadir dalam hidup gue, mereka yang pernah gue cintai dan sayangi, mereka yang kini punya kehidupan masing2… Apakah gue dah siap untuk benar2 meninggalkan mereka dan menghilangkan kesempatan untuk bersama mereka lagi? Apakah gue akan berdosa jika suatu hari nanti gue ingin mengucapkan kangen kepada mereka dan ingin bertemu mereka hanya utk sekedar say “hello”?

Kata Mom dan temen2 gue, hal itu wajar gue rasakan ketika gue akan memasuki fase pernikahan. Dan gue harus mencamkan, bahwa pernikahan itu bukanlah sebuah kehidupan yang justru mengekang gue, tetapi justru sebuah kehidupan yang membuat gue merasa lebih mudah menjalani semua hal yang terjadi, karena gue mempunyai seseorang untuk menjalaninya bersama2.

Cuma lucu. Di saat2 seperti ini, kehidupan gue justru diwarnai oleh para pria yang dah… beristri. Mulai dari seorang dokter di kantor yang titip salam sama gue mpe seseorang di kantor yang selalu mengatakan, how pretty, how sweet, and how sassy I am…

Dan itu kembali membuat gue berpikir, apakah yang tengah terjadi dalam kehidupan pernikahan mereka? Apakah itu Cuma sekedar sifat bandel seorang laki2 yang alamiah? Atau mereka memang seorang pengagum wanita? Atau mereka memang sedang bosan dengan pasangan hidup mereka?

Tuhan, mudah2an, saya dan lelaki dalam hidup saya, tidak pernah berbuat seperti itu. Menjadi seseorang yang setia memang sangat sulit, tetapi insya Allah akan gue lakukan. Bagaimanapun, kamu adalah anugerah terbesar dalam hidup aku, babe…

No comments:

Post a Comment