Tuesday, November 23, 2010

Dear...

Sdh larut malam dan sebenernya besok gue harus bangun pagi. Jam 8 pagi sudah harus sampai rumah Fhini, terus beli souvenir dan ambil Transaction Statement dulu di Prudential HO, terus submit form tidak setuju rate up nya Mas Faris sekalian ketemuan sama Uli, terus ke Setiabudi Building deh jam 1 siangnya buat lunch sushi di Sushi Groove bareng Rini. Dan hal yg paling bikin gue semangat menghadapi hari esok adalah makan Sushi nya itu lhooo, yummy yummy.

Sebenernya gue juga lagi sedih banget. Tapi malam ini sudah much much more better. Setidaknya nyokap sudah mulai bicara lagi sama gue meski masih banyak hal yang belum bisa gue pahami dari beliau dan betapa frustasinya gue mencoba utk terus memahami beliau dengan segala sikap dan pemikiran beliau yang complicated. However, gue mencintai beliau dengan sangat... meski beliau mungkin tidak tahu itu, meski di mata beliau gue seringkali salah, meski gue yang ada hanya bikin beliau marah dan nangis... Tapi Tuhan Tidak Pernah Tidur, Dia tahu cinta gue kepada nyokap tidak pernah cukup diungkapkan dengan kata apapun.

BloGgY, banyak banget hal yang membuat gue stress nowadays. Target produksi akhir tahun, keluhan2 nyokap, hubungan bokap dan nyokap, dan di antara semua itu guepun harus mengurus anak gue tanpa seorang pembantu. Haha, apa kamu mau ikut mempertanyakan kepada gue, mengapa dengan segala atribut kesibukan gue kok gue tdk pake pembantu? Well, gue bukan tidak mau... tetapi gue tidak boleh. Nyokap tidak suka dengan kehadiran pembantu, dengan alasan apapun, dengan melalui diskusi antara kita berdua seperti apapun. Lucu yah, sudah besar gini, sudah umur 30 tahun gini, sudah punya suami dan anak gini, masalah pake pembantu aja harus melalui persetujuan nyokap dulu.

Andai kamu tahu... dan tidak mudah menjelaskan semua itu...

Tapi gue akan mencoba tetap berjalan di atas kerikil yang ada. Gue tahu, masalah yang berat utk seseorang yang kuat. Dan di dalam mimpi yang besar ada tekanan pegas yang hebat. Tidak ada yang dapat mengalahkan sebuah tekad mencapai mimpi. Dan sekali lagi, Tuhan Tidak Pernah Tidur. Dia akan memperhitungkan segala usaha dan doa yang telah kita lakukan utk mencapai apa yang kita mau. Jadi, gue hanya memohon kepada Tuhan, berikanlah gue kemampuan utk terus berdiri dan terus berlari. Hingga pertandingan usai. Hingga gue bisa melihat orang2 yang gue cintai bahagia.

Lagipula utk apa memikirkan masalah yang sedemikian kecil ini? Memang terasa berat, tetapi jika gue melihat para korban Gunung Merapi dan Mentawai... banyaknya orang2 yang kehilangan sanak saudara, tidak punya rumah, tidak bisa makan, tidak bisa sekolah... rasanya gue malu utk bergelut dalam masalah gue yang tidak seberapa ini. Dan gue sepantasnya bersyukur atas apa yang sudah gue miliki saat ini.

Hhh, BloGgY, wish me luck ya... Dan mohon lindungi mereka yang gue sayangi... Gue bobok dulu, besok kita ngobrol2 lagi ya...

No comments:

Post a Comment