Thursday, March 24, 2011

Hari ini sepertinya bisa gue putuskan sebagai hari terakhir Davin trial playgroup dan minggu depan gue sudah harus membayar uang pangkal di playgroup yang gue serta hubby pilih. Setelah melalui diskusi dengan hubby dari berbagai segi, akhirnya dari 4 pilihan sekolah yg sdh pernah gue sebutkan, hanya 1 sekolah yang gue lakukan trial yaitu ABC Kids, dan tiga lainnya adalah Little Star, Whitestone, dan Abata. Dan berikut ulasan dari 4 sekolah di atas dr hasil menemani Davin trial :

ABC KIDS
Uang Pangkal : 2,5 juta
Learning Material :1,550/tahun
Form Pendaftaran : 300 ribu
SPP : 660 ribu/bulan

ABC Kids adalah National Plus School. Terus terang banyak yg bilang sekolah ini bagus, lulusan dari ABC Kids pasti bahasa inggrisnya cas cus cas cus. Dan ternyata pada saat Davin trial gue tahu mengapa alasannya. Karena selama pelajaran berlangsung, pengantarnya full English. Memang teachernya lokal bukan native, tetapi mereka tidak menggunakan bahasa Indonesia sama sekali.

Sistem pembelajarannya bagus. Ada story telling, ada art& craft, ada session sharing (seorang anak maju ke depan dan dia bisa sharing apa saja dan teman2nya mengomentari isi sharingnya), ada singing, ada audio visual.

Davin belum pernah trial playgroup sebelumnya. Begitupun mamanya belum pernah nganterin Davin trial playgroup sebelumnya. Jadi Davin dan gue masih sama2 bingung apa yg harus dilakukan di dalam kelas. Gue tanya sama teachernya di manakah gue seharusnya berada, inside or outside the class. Teacher bilang gue di dalam kelas saja. Oke, lagipula kalau di luar kelas bgmn gue bisa tahu sistem pembelajarannya seperti apa?

Tetapi akhirnya Davin nempel mulu sama gue. Dan berhubung Davin belum terlalu tahu lagu2nya seperti apa (sementara yg lain sdh sangat hafal dari lirik sampai gerakan), dan berhubung Davin juga masih belum familiar dengan conversation in English, akhirnya Davin banyak terlihat bored. Saat story telling, Davin malah sibuk main balok2an, kompor2an. Oiya, kelas pre K nya besar dan banyak mainan di rak2. Davin mungkin penasaran ditambah dia bingung dan belum kenal siapa2, jadi dia lebih tertarik utk bermain dengan mainan di rak2 tersebut. Dia ambil pesawat2an atau boneka trus dia bawa lagi ke tempat anak2 duduk kemudian gak lama dia balik lagi ke rak menukar pesawat2annya dengan gajah2an dan duduk kembali... begitu terus. Aduh, mamanya jadi frustasi takut Davin menganggu jalannya kelas.

Dan karena ini pengalaman gue pertama kali nemenin Davin trial, jadi gue gak tahu seperti apa snack time dan apa saja makanan yg hrs dibawa saat snack time. Karena terburu2 gue tidak sempat membuatkan snack utk Davin, sehingga sebelum ke sekolah gue ke Sentra Eropa dulu beli arem2 wortel ayam, gue masukin arem2 terbungkus plastik ke dalam tas Davin bersama sebotol aqua dan soft cake Biskuat.

Pada saat snack time, ternyata anak2nya pada bawa kotak makanan lengkap botol minuman dengan susu ultra dan aneka makanan. Ada yg bawa nasi goreng, ada yg bawa roti, ada yang bawa nasi pakai sup ceker ayam (hehehe), ada yang bawa biskuit2an tetapi ditaruh di kotak makanan. Sedangkan Davin makan begitu saja arem2nya yg terbungkus daun tanpa kotak makanan apalagi sendok. Hahaha. Oke nak, maafkan mama yah belum berpengalaman. Lain kali mama bawakan makanan dengan kotak makanan dan botol minuman yg lucu yah.

Yg bikin gue takjub, Davin makan begitu lahap di situ. Padahal biasanya dia kan susah makan. Hmm, mungkin karena dia makan semeja dengan teman2nya dan melihat teman2nya yang lain juga lahap makan. Baru trial saja sudah merubah suatu kebiasaan buruk Davin. Selesai makan Davin dan teman2nya mengembalikan baki ke tempatnya dan cuci tangan. Sehabis itu waktunya bubaran. Sebelum pulang anak2 diberikan hasil art utk dibawa pulang. Hari itu waktunya membuat rumah dari kertas lipat yg ditempel di atas karton dan mewarnai. Davin senang sekali saat membawa hasil karyanya pulang.

Full English nya bagus. Fasilitas di dalam kelas bagus. Disiplinnya bagus. Tapi ada yg membuat gue kurang sreq adalah... teachernya tidak terlalu care sama Davin. Entah apakah karena ada gue di dalam kelas atau karena Davin belum terdaftar menjadi murid? Malah ada seorang teacher yang hampir tidak pernah senyum. Entah apakah dia memang seperti itu dan bagi orang lain itu tidak masalah, tetapi bagi gue seorang guru playgroup selayaknya full of smile. Mereka harus terlihat energic, ceria, dan care.

Selain itu yg menjadi pertimbangan gue adalah waktu belajarnya yang 5 hari dalam seminggu (Senin sd Jumat). Bagaimanapun gue ingin mengikutkan Davin les, entah les balet atau les mengaji (krn di ABC kids tidak ada pelajaran iqro atau berbau Islam sama sekali), atau les membaca di GAFA. Kalau dia dari Senin sd Jumat sekolah, kapan waktu lesnya? Bisa aja sore, tapi takut Davin kecapekan...

LITTLE STAR
Registration : 350 ribu
Development (1 time only) : 1 juta
Art material : 1 juta/year
Re-registration : 500 ribu/year
SPP : 400 ribu/bulan

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, hari ini gue rencana mengantarkan Davin masuk kelas, setelah itu gue tinggalkan dia sendirian agar dia adaptasi sendiri dulu dan tidak terlalu nempel sama gue, kemudian di tengah2 setelah gue rasa sdh cukup waktunya dia adaptasi gue mulai masuk kelas lagi karena bagaimanapun gue harus menilai secara langsung apakah Little Star cocok buat gue dan Davin.

Dan saat gue habis meninggalkan Davin dan masuk kelas lagi, gue kaget ternyata Davin sedang duduk bersama teman2nya atas karpet dan asik mendengarkan story telling. Dia tahu gue masuk kelas tetapi itu tidak mengusiknya, dia tetap semangat dan antusias mendengarkan teachernya bicara dan mengikuti satu per satu pelajaran yang ada.

Saat snack time, Davin mengeluarkan bekalnya. Hari itu aku membawakan omellet mie utk Davin, susu ultra, biscuit, dan air putih. Davin lagi2 melahapnya dengan banyak. Potongan2 omellet yg gue pikir akan habis 2 kali suap per potong ternyata habis dalam 1 kali suap saja. Luar biasa! Sehabis makan dia cuci tangan bersama teman2nya. Art and craft yg dia lakukan bersama teman2nya hari itu adalah mewarnai dengan pensil warna dan mengecat. Saat mengecat, Davin sempat kabur. Mungkin dia takut tangannya kotor. Tetapi saat dikatakan bahwa jika tangannya kotor tinggal cuci tangan saja, Davin baru mau mencoba. Dan dia senang sekali saat membawa hasil mewarnainya pulang.

Terus terang, gue suka sekali dengan sekolah Little Star. Teachernya sangat care dengan Davin dan anak2 yang lain. Mereka terlihat ceria dan tulus. Pelajarannya juga dengan bahasa pengantar bilingual. Tidak full English, walaupun mayoritas in English. Sesekali disisipkan juga bahasa Indonesia. Fasilitasnya lumayan lengkap, ruang belajar besar. Davin juga sepertinya enjoy belajar di sana. Hmmm, sepertinya bisa jadi pilihan nih.

Whitestone
Pendaftaran : 2,5 juta
Seragam : 100 ribu
Uang Kegiatan/3 bulan : 350 ribu
SPP : 350 ribu/bulan

Saat dalam perjalanan ke Whitestone, Davin terlihat semangat banget. Tetapi begitu sampai di sekolahnya, Davin langsung diam seribu bahasa. Cemberut. Dan parahnya disuruh ngapa2in gak mau. Hampir frustasi lagi deh gue. Gue berusaha ada di luar kelas tetapi Davin terus menerus nempel sama gue dan duduk di pangkuan gue. Entah kenapa.

Tetapi over all, gue suka sekali juga dengan teacher2 di sana. Sangat care dengan Davin dan anak2 yang lain. Pelajarannya juga beragam dan unik. Menyanyinya tidak hanya diiringi musik dari tape tetapi juga ada diiringi oleh gitar yang dipetik secara live oleh salah satu teachernya. Lalu ada pelajaran dancing juga. Bahasa pengantar bilingual. Suasana kekeluargaan, mengingatkan gue pada TK Pak Kasur.

Sekolah ini dekat dengan rumah gue. Di hari Jumat juga ada pelajaran agama, di mana utk anak Islam dipisahkan kelasnya dengan anak non Islam. Di pelajaran agama tersebut utk yg muslim diajarkan iqro. Ruang sekolahnya tidak sebesar Little Star. Yg membuat gue berpikir adalah, mengapa Davin bisa tidak semood itu mengikuti pelajarannya? Apakah karena dia memang sedang tidak mood atau bagaimana? Tetapi yg gue suka adalah teman2 sekelasnya terlihat welcome. Mereka peduli dengan kehadiran Davin. Menanyakan nama Davin, mengajak ngobrol Davin. Beda dengan tipe anak2 yang gue temui di ABC kids.

ABATA KIDS
Uang Pangkal : 4,35 juta
SPP : 350 ribu/bulan

Sekolah ini bernuansa Islam. Anak2 perempuan yang sekolah di sana memakai jilbab. Berbeda dengan pkaygroup lainnya yg sempat Davin trial, di mana Davin diikutkan trial di kelas playgroup besar (3-4 tahun), saat di ABATA Davin diikutkan trial di kelas playgroup kecil (2-3 tahun). Sehingga teman2 sebaya Davin yg biasanya beda setahun lebih besar daripada Davin, kali ini benar2 sebaya yaitu menjelang 3 tahun.

Yg gue suka dari sekolah ini adalah pelajaran berdoa dan selipan2 hadist bernuansa Islami kerap dilakukan. Tetapi bahasa pengantarnya mayoritas Bahasa Indonesia. Bahasa Inggrisnya sangaaat jarang. Sudah gitu, saat snack time mereka lakukan di atas karpet bukan di atas meja. Sedangkan gue inginnya Davin belajar utk makan di atas meja dengan manis. Dan karena makan di atas karpet, banyak remah2 makanan jatuh di karpet dan lantai. Sehingga saat masih acara makan, ada salah satu teacher yg sibuk nyapu2in remahan tersebut.

Yang lucu adalah Davin sempat dihukum sebelum pulang. Sebenarnya Davin sudah sangat serius mengikuti pelajaran demi pelajaran (terutama pelajaran story telling). Tetapi karena ada anak2 lain yang berapa kali mondar mandir bahkan lari2an, jadi Davin ikut gatel juga lari2an. Padahal saat itu sedang acara berdoa bersama sebelum pulang. Sehingga Davin dan salah satu teman cowoknya gak dapat stamp di tangan. Davin dan temannya nampak sedih. Gue jadi ikutan sedih, ngebayangin yg lain pada sibuk di stamp tangannya sedangkan Davin menunggu dan mengharap tangannya ikut di stamp tetapi akhirnya tidak dapat. Maka Davin dan temannya disuruh mengulang membaca doa bersama sama sang teacher. Gue lihat Davin nampak serius berdoa. Dan dia senang sekali saat akhirnya tangannya di stamp. Hahaha.

Yah itulah pengalaman2 Davin dan gue trial di 4 sekolah. Di antara kesibukan2 yang ada, gue fokuskan bulan ini adalah bulan utk menyelesaikan seluruh trial. Karena akhir Maret gue sudah ingin melakukan pendaftaran sekolah. Dari 4 sekolah yg ada, gue sendiri ingin Little Star atau Whitestone. Little Star lbh luas sekolahnya, lebih banyak conversation in Englishnya, Davin lebih antusias, tetapi lebih jauh dan tdk ada pelajaran Islamnya. Di Whitestone sekolahnya tdk terlalu luas, conversation in English tdk sebanyak Little Star, tetapi deket rumah dan ada pelajaran Islamnya. Gue pribadi lebih memilih Little Star, papanya lebih memilih Whitestone. Davin nya? Ga tau deh kadang ditanya dia pengen sekolah di Little Star, kadang dia ditanya pengen sekolah Whitestone. Namanya anak2, hehehe.

Ya udah gitu aja dulu sharing tentang trial playgroup bersama Davin. Yg pasti Davin sekarang makin lucu dan pinter, yah pinter ngomong, pinter protes, pinter berkomunikasi. Makin cantik dan lebih jagoan makannya. I love you Davin...

2 comments:

  1. Anonymous3:20 AM

    tanya dong: kalau untuk TK apakah bayarannya lebih mahal ya?

    ReplyDelete
  2. Anonymous11:18 PM

    Saya pernah trial di abc kids, sebenarnya suka kedisiplinannya maupun bhs pengantarnya. Namun saya merasa mereka kurang welcome saat qt trial disana. Krn jenuh qt tdk melanjutkan hanya ikut stgh jam dr 2 jam seharusnya.

    ReplyDelete