Malam ini... gue mau cerita tentang seorang temen gue, yang bernama Olive.
Olive adalah anak 3sakti juga, sama seperti gue. Sebelum gue kenal dia, gue dah sering liat dia, dulu... waktu kita masiy sama2 di kampus F. Ah, sapa siy anak Fakultas Ekonomi 3sakti '98 yang gak tau Olive? Cewek yang cantik dan modis... dengan tubuh yang tinggi langsing dan rambut panjang-lurus-hitam. Kacamata minus ber-frame warna2 centil seperti biru muda atau ungu... menjadi ciri khas-nya. Ah ya! Olive juga terkenal karena punya seorang co yang ganteng berbadan bagus, namanya Ipank (pada tahun 2002 yang lalu, Ipank terpilih menjadi Abang Favorite dan Abang Persahabatan di Pemilihan Abang-NoneJakarta 2002). Gue sering liat, Olive dan Ipank nampak selalu berdua di mana2. Kadang mereka melintasi koridor kampus sambil saling rangkulan dan larut dalam canda. Mesra. Sedikit menimbulkan rasa iri.
Hingga akhirnya gue, Olive, dan Ipank sama2 masuk Organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen. Kita bertiga termasuk team inti '98 atau team pendiri awal '98. Kita melewati tahap penyeleksian. Kita bersama2 mengecat ruangan himpunan di hari Minggu yang panas. Ipank yang kreatif dan jago gambar menciptakan nuansa himpunan menjadi hitam-putih, mulai dari tembok hingga sarung bantal.
Karena himpunan-lah, gue akhirnya bisa kenalan dengan Olive. Ternyata dia adalah anak yang baek. Bersuara lucu. Doyan ngobrol dan ketawa. Saat itu gue masiy jadian sama Arso dan kebetulan Arso berteman baek juga sama Ipank. Anyway, gue pernah terlibat beberapa project bareng sama Olive. Waktu acara mentoring, gue menjabat sekretaris 1 dan Olive menjabat sekretaris 2. Waktu rapat pembahasan team dalam-team luar, gue dipilih menjadi salah satu wakil moderator team luar dan Olive dipilih menjadi salah satu wakil moderator team dalam.
Hingga akhirnya gue semakin disibukkan oleh masalah perkuliahan dan guepun mulai meninggalkan aktivitas himpunan. Gue jarang bertemu Olive. Tapi di kabel Bu Tris kita masiy sering papasan. Saat itu adek ce-nya Olive dah jadi anak 3sakti juga. Sama2 cantik, sama2 modis, sama2 memiliki rambut panjang yang lurus dan hitam. Tapi tetap aja, masiy lebih menarik Olive.
Hingga akhirnya gue mendengar kabar Olive putus dari Ipank karena selingkuh dengan Okie, anak himpunan mahaiswa jurusan angkt'97, yang juga temennya Ipank! Gue bingung. Apa siy yang kurang dari Ipank? Selaen cakep, baek, dan teramat supel, Ipank juga sangat sayang sama Olive. Kita bisa liat itu semua dari seluruh sikap Ipank pada Olive.
Pada suatu hari yang laen, gue mendengar kabar kalo Olive balik agi ke Ipank. I was so happy to hear that. Tapi gak lama gue kecewa agi karena mendengar kabar kalo Olive pada akhirnya kembali memutuskan untuk meninggalkan Ipank dan jadian sama Okie agi!!! Gue gak tau alasan Olive sebenernya. Yang pasti gue sangat menyayangkan hal itu. Tapi kalo emang Okie yang terbaek buat Olive, yah mau apa agi?
Kabar yang paling menyedihkan yang saat itu gue dengar mendadak adalah... Olive dirawat di Rumah Sakit Pertamina karena sakit lupus. Kalau mau tau lebih lanjut tentang apa penyakit lupus itu sebenernya, bisa klik di SINI. Yang pasti memang bener, penyakit lupus bisa membuat wanita yang berparas cantik menjadi hilang kecantikannya. Gue memang waktu itu gak nengok Olive ke rumah sakit, sama sekali. Tapi gue denger cerita temen2 yang mengatakan bahwa Olive menjadi berubah. Kulit wajahnya merah2 dan berjerawat, tubuhnya menggembung dan kalau dipegang lembek. Banyak yang menyangka saat itu, hidup Olive gak akan lama agi.
Tapi akhirnya gue mendengar kabar kalo Olive dah sembuh. Di kampus A, gue pun jadi sering ketemu dia agi. Memang kondisinya memprihatinkan. Rambutnya yang dulu panjang, telah dipotong pendek. Wajahnya yang dulu halus, saat itu jadi penuh jerawat. Tubuhnya yang dulu langsing berisi, jadi kurus tak sehat. Olive tak lagi lebih menarik jika dibandingkan dengan adek ce-nya. Tapi Olive masiy lah ce ramah seperti yang gue kenal sebelumnya. Kalau ketemu selalu menyapa duluan dengan mengukir senyum yang manis.
Lalu ada suatu masa di mana Olive tiba2 menghilang agi dari lingkungan 3sakti. Yang sering gue temui justru adek ce-nya. Sekali dua kali gue bilang ke adek ce-nya itu, "Salam buat Olive yah, dari Sasha." Beberapa bulan yang lalu, Dedet ngomong ke gue kalo Dedet abis ketemu sama Olive di kampus. Waktu itu Dedet bilang, "Kasian deh, Sha, muka Olive sekarang ancur banget! Kecantikan fisik memang hanya sedalam kulit, gak akan abadi.'
Lalu tadi... gue banyak tidur2an di kamar nyokap. Pas gue balik ke kamar gue, di hp nampak tulisan 5 missed call dan 2 new msg. Ada dari Ichy... ada dari Arso. Gue buka msg dari Arso duluan. Dan ternyata isinya: Innalillahi wa inna lillahi rajiun, telah meninggal dunia teman seangkatan kita Olive, pagi ini jam 5.
Gue langsung lemes, gue langsung lunglai. Seluruh memori gue tentang sosok Olive dan masa2 sewaktu dulu kita masiy sering ketemu di kampus F, bikin gue sedih dan merasa kehilangan banget. Meskipun kita berdua gak begitu deket, tapi gue tau kalo Olive adalah seorang ce yang begitu baek dan menyenangkan. Meskipun kecantikan fisiknya telah memudar, tetapi kecantikan hatinya masiy tersisa jelas hingga terakhir gue bertemu dia.
Kemudian gue epon Arso. Dia ngomel2in gue karena gak angkat epon. Rupanya dia epon gue karena tadinya dia mau jemput gue... mau ajak gue ngelayat ke rumah Olive... sekalian dia jemput Lala yang rumahnya deket sama gue. Tapi dah telat. Arso dan Lala saat gue epon dah dalam perjalanan menuju rumah Olive. Anyway, jenasah Olive juga dah dimakamin jam 3 sore ini.
Gue hanya punya 2 kenangan berupa foto yang memuat diri Olive, yang bisa dilihat di SINI dan di SITU. Kedua2nya sewaktu kita agi di Puncak. Bukan gue mau sok dramatisir atau hiperbola. Tapi tadi, sewaktu gue agi nge-scan kedua foto Olive, entah kenapa lampu di atas tempat tidur gue yang tadinya mati... tiba2 menyala. Gue mpe bengong beberapa detik karena sungguh kejadian tersebut gak masuk akal. Tapi gue gak mau mikir macem2 ah.
Well, selamat jalan Olive chayank *hikz, mata gue mule berkaca2 agi nih*. Penderitaan loe sekarang dah berakhir. Semoga loe sekarang sedang senyum bahagia di surga. Semoga seluruh amal ibadah loe diterima oleh Tuhan, seluruh kesalahan dan dosa loe dimaafkan oleh Tuhan, dan loe ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Tuhan. Amin.
Gone Too Soon by M. Jackson
Like A Comet
Blazing 'cross The Evening Sky
Gone Too Soon
Like A Rainbow
Fading In The Twinkling Of An Eye
Gone Too Soon
Shiny And Sparkly
And Splendidly Bright
Here One Day
Gone One Night
Like The Loss Of Sunlight
On A Cloudy Afternoon
Gone Too Soon
Like A Castle
Built Upon A Sandy Beach
Gone Too Soon
Like A Perfect Flower
That Is Just Beyond Your Reach
Gone Too Soon
Born To Amuse To Inspire To Delight
Here One Day
Gone One Night
Like A Sunset
Dying With The Rising Of The Moon
Gone Too Soon
We're gonna miss u so much, Olive. U'll always have a place in our heart, forever.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment