Sunday, October 31, 2004

Hmmm, malem ini waktunya agak lenggang. Gue jadi bisa cerita2 agi dan tentu aja sekarang gue masiy mengingat jelas apa aja yang dah gue lakukan selama 2 hari kemaren.

Jumat, 29 Oktober 2004
Pagi2 menyiapkan sarung dan peci untuk Steven serta kebaya untuk diri gue sendiri. Bodo dey kebayanya lecek karena belum disetrika, yang penting gue gak telat agi mpe kantor! Tapi, pas nongol, anak2 bilang kalo acara ke Puri Agung Sahid Jaya Hotel nya di-cansel. Mbak Oktin bilang, yang dateng hanya perwakilan aja, yang terdiri dari Mbak Oktin, Eki, Steven, dan Irma. Itupun mereka dateng cuma untuk nongolin muka, after that balik agi ke kantor.

Gue dan anak2 kecewa juga mendengarnya. Abisan dah ngebayangin kalo kita bisa makan2 dan ketemu anak2 CCPL dari divisi laennya. Sedih aja gitu, di mana mereka semua pada makan2 dan senang2, BBTeam sibuk bekerja sendiri mpe jam 9 malem.

Siang hari, Mbak Oktin memberikan pengumuman kalo acara ke Puri Agung nya dijadiin! Fred Saarlos meminta langsung untuk kesekian kalinya pada kita dan kali ini Mbak Oktin gak bisa menolak. Tapi anak2 mau seneng juga mikir2 dulu. Jangan2 hari itu kita jadi ke Puri Agung tapi hari Sabtu dan Minggu kita mesti masuk juga? Untungnya, Mbak Oktin bilang, hari Sabtu dan Minggu kita tetep libur! Wah, senengnya jadi gak nanggung dey.

Hari yang sangat seru! Cut off time ditentukan jam 4 sore. Kita semua bekerja dengan semangat. Gak ada dey yang namanya ngobrol, becanda, atau jalan2. Semua stay di meja dan fokus! Beberapa menit menuju jam 4 adalah masa2 yang paling mendebarkan. Dan begitu jam 4 berdentang, pekerjaan dihentikan. Gue terduduk di kursi gue dengan posisi setengah tidur. Baru kerasa lelahnya, tapi gue sangat menikmati setiap moment month-end di kantor gue semenjak gue bekerja di sana. Andrenalin gue terasa berpacu cepat dan hal tersebut malah membuat gue merasa sangat SEHAT!

Gue sempatkan diri untuk mengucap syukur pada Tuhan yang telah memberi tenaga dan pikiran selama sebulan untuk menyelesaikan pekerjaan gue. Apapun hasilnya, gue puas dan gue pasrah. Gue dah melakukan sebaik2nya. Sisanya... gue serahin pada Tuhan.

Selama sebulan ini, gue banyak belajar dari banyak hal. Justru di hari terakhir, gue bener2 tersentuh dengan ucapan Steven yang mengatakan, bahwa "orang yang berhasil adalah orang yang pernah menempuh kegagalan demi kegagalan". Gue akui, di awal dan pertengahan bulan, performance gue kurang baek. Gue juga kena masalah sama Mbak Oktin karena seringnya gue terlambat masuk kantor. Dan di hari terakhir kemaren, gue janji sama diri gue sendiri bahwa gue harus mengejar kegagalan gue. Dan gue berhasil membuktikannya. Yuni ngomong sama gue, "Kenapa yah, Sha, di hari terakhir month-end, loe selalu bisa ngejar ketinggalan loe?"

Steven juga bener waktu mengatakan bahwa rival yang paling kuat bukanlah diri orang laen tapi justru diri kita sendiri. Di hari terakhir itu, yang ada di dalam hati gue hanya keinginan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan sekuat kemampuan gue. Well, gue gak peduli agi dengan bagaimana pekerjaan Herry, bagaimana pekerjaan Wuri, dsb. Jadi, saat Herry, Wuri, dan yang laen berhenti bekerja, gue tetap dengan tekad awal gue untuk terus bekerja sebaik2nya kemampuan gue.

Cuma kenapa yah, hal semacam itu hanya terjadi di month-end aja? Seharusnya gue menanamkan dalam diri gue hal semacam itu sepanjang gue bekerja tanpa memandang itu month-end atau gak. Hey, gue baru dapet sms dari Herry yang mengatakan, "Hari terus berganti, tak terasa besok kita dah mulai bekerja dari nol lagi, mudah2an bulan ini lebih baek lagi ya?" Hahaha. Bagus juga sms-nya, bikin gue semangat agi untuk menyongsong hari esok dan selanjutnya! Tengkyuh, Herry jelek!

Btw, kemaren kita baru berangkat dari kantor menuju Puri Agung jam 1/2 6 sore. Mobil yang konvoi adalah mobil gue, mobil Olin, mobil Ratih, mobil Alan, dan mobil Tonny. Yang ikut mobil gue adalah Wuri, Venty, Yuni, dan Tika.

Pas kita dateng, orang agi2 pada antre makan. Iyalah, acara kan mulai dari jam 5 sore, sementara kita baru dateng jam 6.15 Maghrib. Kita sempet celingak-celinguk, lalu ngambil makanan, dan masuk ke dalam Puri Agung untuk menduduki kursi yang telah disediakan. Anyway, acara kali itu lebih menyerupai gala dinner. Ada banyak meja bulat besar dan kursi2 yang mengelilingi meja tersebut. Ada panggung besar di bagian depan dan 2 screen berukuran besar di kanan-kiri panggung. Makanannya sendiri terdiri dari nasi, sambel goreng ati, ikan asam manis, kambing guling, cap-cay, asinan, dan cream soup. Rasanya lumayanlah.

Guess what?! Gue ketemu sama anak2 dari divisi lama. Gak semua... cuma atasan2nya aja seperti Budi, Ferry, Irfan, Mbak Sinta, dst. Waktu gue disapa mereka, jujur, gue agak2 salting, terutama pada Budi. Yeah, kamu tau kan, BloG, gue agak2 "kabur" dari dia waktu gue pindah ke divisi sekarang? Gue waktu itu cuma jawab pertanyaan seadanya, ngobrol basa-basi, dan langsung ngibrit ke meja temen2 BBteam gue. Bukan bermaksud sombong, cuma daripada gue jadi garing depan mereka?

Banyak anak2 BBteam yang pulang sebelum acara selesai. Yang stay mpe acara bener2 selesai adalah gue, Eva, Linda, Lala, Ratih, Olin, Steven, Donna, Irma, dan Mbak Oktin. Ada 2 alasan kenapa temen2 gue banyak yang pulang duluan. Pertama, mereka capek. Kedua, mereka kecewa karena nama Bbteam sama sekali gak disebut dalam acara!

Guepun terus terang kecewa. Kita tau Bbteam baru lahir, masiy baby, umurnya baru 3 bulan. Bukan kita iri dengan pujian2 yang dilontarkan untuk divisi laen. Seperti analis credit yang dinilai cekatan, service centre yang dinilai memuaskan, KTA yang dinilai mencetak angka fantastis , sales credit card yang dinilai gesit dan luar biasa. Mereka memang telah bekerja sangat baek. Tapi bagaimana dengan kita?

Sales credit card memang telah mencetak portfolio baru dalam jumlah tinggi. Tapi apalah artinya portfolio itu jika membiarkan kartu tidak aktif, tidak ber-oustanding balance, dan inactive? Sales credit card memang telah berhasil menjual dengan nilai tinggi, tapi apalah artinya jika penjualan itu tidak diikuti dengan maintance yang baek, sehingga membuat portfolio akhirnya mengurang karena banyaknya orang yang request close card? To be honest, memelihara sesuatu yang telah ada lebih sulit dibandingkan dengan mencetak sesuatu.

BBteam atau Balance Builder Team bertugas untuk memelihara setiap portfolio credit card Stanchard yang ada. Bagaimanapun uang yang dikeluarkan untuk emboss kartu tidaklah sedikit dan alangkah ruginya bank jika tidak bisa mengambil keuntungan dari setiap emboss kartu yang telah dibuat. To be honest, orang2 yang "tidak disukai" bank adalah orang2 yang tidak pernah telat membayar dan orang2 yang selalu bayar penuh (full payment). Dan pekerjaan gue memang agak culas, di mana gue pada akhirnya membuat orang2 yang "tidak disukai" bank itu berubah menjadi orang yang "disukai" bank! Bagaimana caranya? Jadikan mereka orang2 yang aktif menggunakan kartu Stanchardnya, jadikan mereka orang2 yang suka menyicil, even jadikan mereka orang2 yang menutup kartu kredit mereka yang laen dan jadikan mereka orang2 yang hanya fokus pada kartu kredit Stanchard nya aja!

Tapi bagaimana mungkin membuat para portfolio itu patuh pada Stanchard jika Stanchard sering tidak memuaskan mereka? Tugas kita adalah juga mendengar, memahami, dan bertindak atas keluh kesah mereka. Para sales credit card mungkin bisa puas dengan hasil penjualan yang tinggi dan pujian yang membanjir... tapi apakah mereka tau bahwa banyak sekali customer mereka yang kecewa karena janji2 mereka tentang free annual fee atau jumlah limit yang tinggi, bahwa banyak sekali customer yang kecewa karena b/s yang sering telat dateng, bahwa banyak sekali customer yang kecewa karena susahnya untuk meminta kenaikan limit, whatsoever.

Gue masiy inget, waktu salah seorang ch bilang ke gue beberapa hari yang lalu, "Gak ah. Saya gak mau ngadu ke call centre. Saya mau ngadu ke sini aja. *baca : Bbteam*. Lebih didenger."

Dan setelah semua itu... pantaslah jika anak2 BBteam including me kecewa karena malam itu nama kita sama sekali tidak disebut. Tau gitu, mendingan kita kerja di kantor mpe jam 9 malem dey! Tapi saat pembawa acara mengumumkan karyawan terbaik dari masing2 divisi dan memberikan penghargaan kepada masing2 dari mereka (sementara divisi kita sama sekali tidak termasuk di dalamnya), Mbak Oktin bilang, "Gak apa sekarang kita gak dianggap. Taun depan kita pasti dipanggil ke atas panggung itu." Yeah, u're right, Oktin! Tidak pernah ada yang "menggapai angin" dari segala usaha yang telah kita perbuat. Suatu hari semua itu pasti dihargai. :)

Yang lucu adalah Herry. Tiba2 dia teriak, "Yeah, besok libur!!! Seneng bangeeet!" Gue melihat orang laen dari divisi laen pada kebingungan. Hahaha. Mungkin bagi mereka Sabtu emang hari libur. Tapi tidak untuk kita. Hari Sabtu libur adalah anugrah. Biasanya kan hari Sabtu pun kita harus masuk dari jam 8 pagi mpe jam 4 sore. Jadi inget waktu Pak Fredy ngomong ke Eva, "Va, besok Sabtu libur ya? Capek gak, Va, kerja tiap hari mpe jam 7 malem?" Pas Pak Fredy nanya begitu ke Eva, mukanya kek penuh belas kasihan banget. x)~~~

Paling seru waktu mau penutupan acara. Pak Stepfano (if I'm not mistaken) menyanyikan lagu "Karena Cinta" nya Joy. Kita semua langsung pada ngikutin dengan semangat bahkan mpe berdiri2. Tapi emang cocok juga tuh lagu dinyanyiin malem itu. Bikin semangat kerja. Walau bagaimanapun, kita harus memulai suatu pekerjaan dengan cara mencintai pekerjaan itu, sehingga segala hambatan yang ditemukan dalam pekerjaan itu tidak dijadikan beban dan dapat terlalui dengan mudah.

Kita bubaran acara jam 9 malem. Linda nebeng mobil gue mpe Atmajaya. Gue sempet nungguin dia mpe dapetin taxi Blue Bird. Mayan lama siy. Gue baru mpe rumah jam 10 kurang. Di tengah jalan, saat nyetir mobil, mata gue bawaannya pen merem mulu. Ngantuk sekali.

Sabtu, 30 Oktober 2004
Hari ini gue bangun siang! Jam 1/2 7 pagi sempet terbangun. Rasa2nya hari itu adalah weekdays dan gue harus berangkat ke kantor. Tapi pada saat gue nyadar kalo hari itu libur, gue langsung melanjutkan tidur dan baru bener2 bangun jam 10 siang!

Hari itu gue nyantei aja di rumah. Jam 1/2 11 siang gue makan pake nasi dan ayam Boloo2. Dilanjutkan dengan membereskan kertas2 di meja kompi sebentar. Tapi berhubung keburu males, kertas2 lom bener2 rapi, gue dah baca2 tabloid dan nonton TV. Kemudian gue juga sempet ngutak-ngantik internet. Jam 1/2 4 sore gue tidur agi.

Gue bangun menjelang Maghrib. Lalu gue epon2an dengan Bang Ai yang saat itu masiy di kantor. Kemudian gue santai2 sebentar. Abis itu gue mandi, keramas, ngeringin rambut, dan rapi2. Nungguin kedatangan Bang Ai kok lama banget yah? Anyway, Bang Ai Sabtu2 gitu kerja mpe malem karena month-end. Seharusnya siy jam 7 malem tapi jam 1/2 7 malem Bang Ai dah izin pulang. Jadi, Bang Ai hari itu dari kantor langsung menuju rumah gue.

Akhirnya sambil nungguin Bang Ai dateng, gue duduk2 di kamar nyokap sambil dengerin keluh kesah nyokap yang terus terang aja... bikin gue jadi sedih dan kepikiran. Sekitar jam 1/2 9 malem, Bang Ai baru nongol. He looks good dengan baju dan topi merahnya.

Lalu kita langsung melesat ke Carrefour Mt. Haryono. Di sana gue beli pembalut, permen, dan peralatan tulis... sekalian nemenin Bang Ai liat2 TV untuk di kamarnya. Jam 10 kurang kita baru cabut. Rencananya pen billiard sebentar di Sinema, tapi rupanya Sinema saat itu sedang tutup karena bulan puasa.

Trus kita pergi ke arah Pejaten. Rencananya pen ke Bakti dan mampir sebentar di Circle K Pejaten untuk beli ice cream. Btw, ngapain ke Bakti? Gue dan Bang Ai ceritanya janjian ketemuan di situ sama Novi (mantannya Bang Ai) dan Boim (co nya Novi). Tapi pas diepon, rupanya Novi agi sakit, dan janjian ketemuannya dibatalin.

Terus terang aja gue kecewa banget. Gue paling gak suka sebuah rencana yang menyangkut gue dibatalin di menit2 terakhir dan tanpa kabar pula! To be honest, sebenernya malem minggu itu kurang tepat buat gue dan Bang Ai untuk hang out. Alasannya adalah... waktu untuk hang out nya sangat terbatas. Karena Bang Ai month-end di kantornya, Bang Ai baru bisa jemput gue jam 1/2 9 malem. Trus mau pulang subuh, Bang Ai nya dah kecapekan. Kalo boleh milih, mending kita hang out nya hari Minggu aja dari siang mpe malem. Yang membuat kita maksain hang out malem minggu itu adalah... dah janjian sama Novi dan Boim pen ketemuan di Bakti!

Dan kenyataannya, janji tersebut dibatalkan secara sepihak. Novi bilang, "Sori banget. Gimana kalo besok aja?" Kalo gue bisa, gak masalah. Tapi nyatanya, gue gak bisa. Gue harus memilih. Jika Sabtu gue habiskan dengan Bang Ai, maka Minggu harus gue habiskan dengan keluarga. Begitupun sebaliknya. Makanya, jika Novi emang sakit, seharusnya memberi kabar sejak awal, agar gue pergi sama Bang Ai nya hari Minggu aja sekalian ketemu sama dia.

Yang membuat gue kesel adalah... janjian sama Novi membuat gue batal ditaktir makan pizza sama Bang Ai malam minggu itu. Kalo aja tau dari awal kalo Novi gak bisa pergi, kan gue dan Bang Ai bisa langsung ke Pizza Hut begitu cabut dari Carrefour. Akhirnya malem itu sempet bingung mau ke mana dan ngapain. Rasanya gue pen marah, tapi bukan pada Bang Ai, melainkan pada pembatalan yang mendadak tersebut.

Finally, kita ke Edi Al-Azhar makan mie Aceh. Rasanya tidak begitu enak jika dibandingkan dengan mie Aceh di Benhil, but not too bad lah. Seabis makan mie Aceh dan ngobrol2, kita cabut. Wuih, Edi malem itu rame buanget dey, BloG!

Dan setelah bingung2 untuk kesekian kalinya, then abis dari Edi, kita meluncur pulang. Agipula gue melihat Bang Ai dah nampak begitu lelah dan ngantuk. Jujur, rasa sebel gue pada pembatalan Novi masiy ada. Dan... ssst... gue juga sebel waktu Bang Ai bilang, "Yah, namanya juga sakit, mau gimana?" Gue bukan mempermasalahkan sakitnya Novi. Gue juga mengerti kalo orang sakit itu males ke mana2. Yang gue permasalahkan adalah... apa susahnya memberi kabar lebih awal? Andai malem itu gue gak nyuruh Bang Ai untuk epon Novi menanyakan tentang jadi/tidaknya kita ketemuan, mungkin gue dan Bang Ai dah duduk berjam2 lamanya di Bakti menunggu kedatangannya tanpa hasil.

Malam yang begitu singkat untuk menghabiskan waktu bersama Bang Ai tersayang. Laen kali jangan ulangin hal seperti itu agi yah, Novi. Aku kehilangan banyak hal dengan pembatalan kamu. :)

Minggu, 31 Oktober 2004
Hari ini bangun siang agi. Kemudian epon2an sama Bang Ai. Kemudian makan pake semur ati. Hey, kronologisnya hampir2 mirip sama kemaren ya? Yang membedakan, hari ini gue banyak beberes. Kertas2 di meja kompi gue bener2 dirapikan. Yang gak perlu agi dibuang, yang dah kepake tapi masiy bisa digunakan gue bawa ke kantor buat recycle. Trus baju2 di lemari juga diberesin. Begitupun lantai kamar gue sapuin. Ugh, capek!

Siangnya gue tidur agi seabis makan. Padahal lom mandi sama sekali lho (hiy!). Gue baru bangun menjelang Maghrib. Kemudian gue mandi dan keramas karena besok insya Allah gue dah mulai puasa agi. Seabis berpakaian, gue ikut duduk di ruang makan bersama anggota keluarga gue yang lain menemani mereka berbuka puasa.

Trus gue juga sempet epon2an sama Bang Ai, abis itu gue sholat Maghrib, dan kemudian nonton The Eye 2 bareng Mas Roy dan Mbak Andrin. Lebih sereman The Eye 1 ke mana2 dey! Yang ini malah cenderung kocak di bagian terakhirnya.

Selesai nonton, gue makan malem. Abis itu gue ngendon depan komputer dan mulai nge-blog. Gue menghabiskan waktu lama untuk nge-blog karena gue dah lama gak posting panjang2... ups(!) sekarang dah malem banget. Gue harus segera tidur. Besok mesti bangun pagi dan bekerja agi.

So tha tha for now, BloGgY! Xie xie...

No comments:

Post a Comment