Wow... wow... wow...
Dah hampir sebulan yah gue gak nulis di blog ini? Buat ngurutin cerita sejak tanggal 01 Nov lalu mpe sekarang rasanya gak mungkin ya? Banyak banget hal yang dah terjadi dan gue sulit untuk mengingat lengkap semuanya. Jadi hari ini gue akan bercerita secara random. Anyway... MET IDUL FITRI 1425 H UNTUK YANG MERAYAKANNYA... DAN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN UNTUK SEMUANYA.
Well, dalam masalah pekerjaan, jujur aja, 2 minggu sebelum Lebaran adalah masa2 yang sulit untuk gue dan anak2 BBTeam. Banyak hal yang mengecewakan kita, tepatnya SANGAT mengecewakan kita, dan itu membuat rasa toleransi kita terhadap keegoisan manajemen habis total! Dulu, gue sering melihat di TV, ada aksi mogok kerja dari buruh2 atau karyawan2 perusahaan, eh... gak nyangka kalo gue akhirnya melakukan aksi mogok kerja serupa juga. Seharian penuh gue dan anak2 cuma duduk2 aja di kursi kantor, ngobrol, maen epon, tidur, bahkan lesehan di atas karpet dan minta pulang cepet. Kita gak peduli agi apakah atasan dan manajemen mau marah bahkan memecat kita sekalipun!
Bukan kita manja, menginginkan segala sesuatu berjalan sempurna, dan langsung down begitu menemukan hambatan. Anak2 BBTeam emang masiy relatif muda. Umur kita berkisar 24-27 tahun. Kalo ada masalah dalam perusahaan lalu merengek atau protes sedikit rasanya lumrah aja. Toh pada akhirnya kita mencoba beradaptasi dengan masalah tersebut dan berusaha mengatasinya. Cuma masalah yang terjadi terakhir itu bener2 gak bisa agi diterima oleh akal sehat. Itu namanya tidak adil. Dan gue benci banget sama keadaan yang tidak adil.
Yang gue dan anak2 BBTem inginkan cuma transparansi manajemen. Kita pen bisa duduk hadap2an dengan pihak manajemen atas dan membicarakan secara gamblang apa yang sebenernya perusahaan inginkan. Tapi hal tersebut gak pernah bisa kita dapatkan. Yang kita terima cuma, "BBTeam mesti begini... BBteam harus begitu..." Kalo kita tanya, "Siapa yang nyuruh?" Jawabannya selalu, "Manajemen yang nyuruh." Trus kalo kita tanya agi, "Kenapa manajemen nyuruh seperti itu? Coba panggil Pak F ke sini." Jawaban yang kita terima, "Pokoknya kalian tinggal laksanakan aja apa yang dimau manajemen. Percuma juga kalian tanya ini itu ke mereka. Mereka selalu punya jawaban yang lebih pintar dari yang kalian bayangkan untuk membuat mereka menang. Dan well, Pak F agi sibuk, jadi gak bisa dateng ke sini."
Damn! Gue dan anak2 gondok banget dengernya! Itu sibuk atau takut? Dulu, saat BBTeam baru launching dan semua masiy terlihat manis, mereka sering dateng mengunjungi kami. Tapi sekarang, setelah borok2 perusahaan ini mulai nampak di permukaan, mereka menghilang. Gue bener2 terperangah waktu seorang friend of mine melaporkan dari pusat, "Pak F agi menghadiri acara pemberian penghargaan. Dia dapet penghargaan lho sebesar $ xxxx." I said to her, "Heh! Bilangin sama dia. Jangan sok sibuk! Urusin dulu tanggungjawabnya di BBTeam."
Sejak itu, hari2 di kantor dipenuhi oleh kelunglaian dari kita. Hampir tidak ada semangat agi di sana. Kalo perlu kita makan gaji buta aja dey. Memang betul, jika kita mau sukses dalam pekerjaan, kita harus mencintai pekerjaan dan perusahaan tempat kita bekerja. Dulu teori itu memang berlaku. Meski kita tau bahwa perusahaan kita bekerja menyimpan cacat di sana sini, tapi kita berusaha meng-cover cacat tersebut dari mata public. Dan sekarang? Maaf2 aja kalo gue katakan, gue dah gak mencintai agi pekerjaan dan perusahaan itu. Dan gue gak bisa dipaksa untuk setotal dulu saat rasa cinta tersebut masiy ada.
Hampir setahun gue bergelut dengan perusahaan tempat gue bekerja ini. Memang tidak dalam 1 divisi, melainkan dalam 2 divisi yang berbeda. Tapi keduanya bernaung di bawah 1 perusahaan yang sama. Tapi justru dengan gue bekerja di 2 divisi yang berbeda itu, kekecewaan gue saat ini semakin mempunyai landasan, bukan hanya main perasaan aja. Gosh! Andai kita melaporkan hasil analisis praktek yang mengatakan bahwa perusahaan ini telah jatuh peringkatnya di mata public dari urutan 2 ke urutan 8, apakah pihak manajemen mau percaya atau menganggap kita hiperbola aja? Entah kenapa, gue merasa, pihak manajemen terlalu angkuh untuk mengakui kekurangannya, dan hanya berpatokan dengan teori2 bulshit itu!
Well, tapi tidak semua dari anak2 BBTeam yang down. Ada beberapa yang juga bisa berpikiran positive. Mereka berpikir, BBTeam adalah divisi baru. Umurnya masiy 5 bulan. Wajar jika masiy perlu bergonta-ganti beberapa pasang sepatu dalam menempuh perjalanannya hingga menemukan sepasang sepatu yang bener2 nyaman di kaki. Mereka bilang, BBTeam adalah divisi yang baru berkembang. Lebih enak jika bekerja pada sesuatu yang baru berkembang seperti itu. Semua dimulai dari nol, dari susah, dari capek. Jika suatu hari nanti BBTeam berhasil, yang merasakan kepuasan terbesar adalah kita2 juga, dan yang menduduki jajaran manajemen tertinggi yah kita2 juga orang yang merintis dari bawah pada divisi ini.
Bagi gue omongan itu tidak salah. Gue sangat salut pada optimisme mereka, pada jiwa besar mereka, pada cara mereka berpikir ke depan dengan positive. Tapi gue bukan mereka. Semua orang mempunyai karakter kerja yang berbeda dan kategori stress yang berbeda pula. Gue adalah orang yang bisa mengalami stress tinggi jika berada dalam situasi yang tidak pasti. Gue gak apa dey punya gaji tidak terlalu tinggi (saat ini), atau kedudukan yang biasa2 aja (saat ini), tapi gue tau ritme karier gue ke depannya seperti apa jadi gue bisa merancang dari awal strategi apa aja yang harus gue lakukan untuk membangun karier yang baik. To be honest aja, gue gak suka suasana yang gambling. Gue bukan orang yang terlalu suka mengambil resiko dari keadaan yang tidak pasti.
Tapi menjelang Lebaran, keadaan di kantor mulai berangsur2 normal, meski lom bisa dikatakan sepenuhnya normal. Seharusnya di kantor kita ada camera yang bisa menangkap aktivitas kita sehari2 selama berada di bawah tekanan manajemen, dan hasil rekaman tersebut langsung disiarkan ke hadapan jajaran manajemen di pusat. Sehingga mereka bisa melihat bahwa kita cukup dewasa, bukan anak kecil ingusan yang manja dan kolokan. Memang kita sempet berontak dan protes, tapi rasanya itu gejala manusiawi jika seseorang merasakan kekecewaan yang luar biasa. Yang penting, pada akhirnya kita tetep mencoba untuk bertanggungjawab terhadap pekerjaan meskipun hak yang kita dapat (sama sekali) gak setimpal dengan tanggungjawab yang kita kerjakan.
Oh ya. Perlu kamu ketahui, BloGgY, setelah kejadian 2 minggu sebelum Lebaran itu, beberapa temen gue mengajukan pengunduran diri dari perusahaan. Bagaimana reaksi atasan gue, si-tukang-ngancem "kalau kamu tidak bisa mengikuti kemauan saya, kamu bisa keluar dari sini!" itu? Dia kelabakan! Dia sibuk merayu temen2 gue itu supaya gak jadi resign. Sehabis itu dia langsung merubah "sistem pemerintahannya". Jadwal pulang dimajukan. Jam kedatangan dikendorkan. Dan dia mulai melakukan approach seperti ngajak anak2 becanda dan buka puasa bersama. Bayangin donk sebelumnya. Di mana anak2 Mandiri buka puasa bersama di Hard Rock Cafe atau anak2 Citibank buka puasa bersama di Pasir Putih Cafe, kita cuma bisa mendengar berita itu dengan rasa iri, dan mesti cukup puas dengan buka puasa di dalam kantor aja, dan bertahan di depan kompi plus kursi kerja mpe jam 8 malem setiap harinya selama bulan Ramadhan!
Well. Terus terang, masalah pekerjaan sempet sangat menyita pikiran dan perasaan gue. Sedih dan dongkol. Belum ditambah capek karena tenaga kita setiap harinya diforsir. Seharusnya di bulan suci Ramadhan perasaan bisa lebih tentram, ini bawaannya pen marah mulu. Belum ditambah mikirin "masalah keluarga". Belum ditambah mikirin "thesis". Itu semua berelasi jadinya complicated. Karena pikiran dan perasaan gak tenang, mau do this do that jadi salah mulu. Pernah yah, gue dah ngetik BloG panjang banget waktu itu, trus mati lampu saat ketikan gue lom di-save, wah gondoknya mpe seharian penuh gue rasain!
Masa2 yang paling asik di kantor adalah masa2 saat gue dan anak2 saling curhat tentang kebetean masalah kerjaan. Seneng aja gitu kalo bisa sharing dengan orang yang senasib. Meski gak ditemukan jalan keluarnya, setidaknya dada gue bisa lebih plong. Masalahnya, gue kurang bisa cerita sama ortu atau temen. Mereka tidak merasakan apa yang gue rasakan. Takutnya mereka malah memberikan penilaian yang gak gue harapkan atau malah terganggu dengan cerita gue. Palingan gue curhat masalah kerjaan ini sama Bang Ai aja. Itupun gak bisa setotal kalo gue curhat sama temen kantor. Tapi Bang Ai juga helps me banget! Apa jadinya kalo dia gak ada. Say, maafin Ade yah, kalo waktu itu sering jutekin kamu. Tapi emang biasanya Ade juga jutek yah? Hehehe. Lopyuh! *muacH*
Menjelang Lebaran, gue juga sempet belanja baju Lebaran untuk diri gue sendiri, untuk bokap, dan untuk nyokap. Buat bokap, gue dapet atasan warna krem dengan bordiran mewah di Plaza Senayan. Bang Ai lho yang milihin baju tersebut. Thx yah! Trus buat nyokap, gue dapet gamis warna ungu Kissoon Harto di Metro PI. Dan buat gue ndiri, ada atasan warna merah maroon dari bahan Thai Silk bentuknya kek kimono. Itu juga Bang Ai yang milihin. Hihihi, baru tau kita, kalo di Mall ke PI gitu, ada juga barang yang bisa ditawar.
Oiya, 2 hari sebelum Lebaran, gue dan temen2 SMA juga sempet kumpul bareng. Kita ngumpul di rumah Lita. Batalin puasa di situ trus lanjut makan di KFC Kemang. Eh, di KFC Kemang ketemu sama anak2 Himpunan. Say "hi" dan ngobrol2 bentar dey sama mereka. Dari KFC Kemang, kita lanjut maen billiard di Jetset. Hari biasa sejam nya 50 ribu lho dan khusus bulan Ramadhan cukup 17.500/jam aja. Tempatnya bagus plus live music nya yang gak garing. Lalu beberapa lama kemudian, Ayang, Septy, Lia, dan seorang-co-lain-yang-gue-lupa-namanya dateng menyusul. Wohooo, gue kangen banget sama Septy dan Lia! Trus ngobrol2 dan becanda2. Kemudian Didi pulang sama mereka, sementara gue dan temen2 SMA balik duluan. Vita dan Ainun nebeng sama gue dan gue pun nganterin mereka ke rumah mereka masing2 dulu baru gue pulang ndirian ke rumah gue. Mpe rumah sekitar jam 1/2 12 malem.
Dan sekarang gue mau cerita tentang Lebaran gue. Hari pertama... gue, bokap, nyokap, Mas Roy, dan Mbak Andrin berangkat sholat Ied jam 6 pagi. Kita sholatnya di sebuah mesjid daerah Warung Jati, Samali. Sehabis sholat, Mbak Andrin pergi menjemput adeknya di airport yang baru dateng dari Surabaya. Sementara gue, bonyok, dan Mas Roy pergi silaturahmi ke eyang yang saat itu agi ada di rumah Tante Ayie di Rempoa. Di sana ngobrol2 dan makan kue. Lucunya, gue kan ngasiy 50 ribu ke Revino, keponakan gue yang masiy kelas 5 SD itu... eh gue juga dikasiy sama Tante Ayie (nyokapnya Revino) sebesar 50 ribu juga. Jadinya gue Break Event Point donk. Hehehe. xP
Dari Rempoa, kita nyekar ke makam Eyang Bapak di Tanah Kusir. Tadinya, dari Tanah Kusir, kita mau ke rumah Eyang Ida di Brawijaya. Tapi di Tanah Kusir dah keburu ketemu Eyang Ida sekeluarga yang agi nyekar ke makamnya Oom Ludwi (anaknya Eyang Ida). Ya udah, sekalian aja silaturahmi di situ. Dari Tanah Kusir, kita langsung pulang dey.
Mpe rumah, sungkem2an dulu sama bonyok dan Mas Roy. Trus ganti baju. Gila! Jakarta panas banget hari itu dan bahan Thai silk itu juga bikin panas tambah panas ya? Seabis ganti baju, kita makan ketupat bikinan nyokap, pake opor ayam, gule sapi, sambel goreng daging, dan sayur labusiem, plus acar dan emping. Yummy!
Abis makan... kita tidur. Hehehe. Abis ngantuk siy! Jam 1/2 3 sore, kita bangun dan bersiap2 untuk pergi agi. Kali ini nganterin Mas Roy dan Mbak Andrin dulu ke airport. Mereka mau ke Las Vegas selama 10 hari. Dari airport, gue dan bonyok ke rumah Eyang Rien di PI. Di sana, gue makan agi, pake ketupat dan gudeg en kikil. Gak lupa nyobain lasagna bikinan Mbak Siwi favorite gue. Anyway, gue sering nandain makanan spesial di masing2 rumah yang gue datengin setiap Lebaran. Kalo di rumah Eyang Rien, yang gue sukai itu Lasagna nya. Kalo di rumah Eyang Dadung, yang gue sukai itu kue mede nya. Kalo di rumah Mbah Sri, yang gue sukai itu biji ketapang nya. Dst.
Dari rumah Eyang Rien, kita pulang. Jakarta waktu itu disiram hujan. Malemnya, Bang Ai maen ke rumah gue. Dia silaturahmi ke bonyok gue dan ngajakin gue ke Carrefour. Rencananya siy yang pen belanja tuh Bang Ai, eh malah banyakan gue borong barangnya. Hihihi. Trus, tadinya mau ketemuan sama Didi dan Ayang. Tapi rupanya mereka minta disusul di Coffe Bean Citos. Gue dan Bang Ai males banget ah kalo di sana. Kejauhan! Sedangkan tadinya kita berdua rencana keluar cuma mau ke Carrefour aja. Akhirnya gak jadi ketemuan dey sama Didi dan Ayang. Dari Carrefour, kita langsung pulang. Mpe rumah, ngobrol2 dulu di teras, trus Bang Ai pamitan dey.
Hari kedua Lebaran, gue silaturahmi ke sodara2nya bokap. Ada Wak Dim di Klender, ada Oom Mamat di Kompl. Dep. Perhubungan, ada Mbah Sri di Bekasi, ada Tante Mamiek di Halim. Capek sekali hari ini dan udara Jakarta masiy aja panas! Mpe rumah dah sore. Trus maen internet sambil istirahat. Malamnya, gue packing karena besoknya gue sekeluarga mau mudik ke Bandung.
Jadi, hari ketiga Lebaran, gue dan bonyok cao ke kampung halaman. Berangkat dari rumah jam 7 pagi. Gue sempet nyetir Lila di Jl. Tol Cikampek. To be honest, itu pertama kalinya gue nyetir Lila dalam jarak jauh dan kecepatan tinggi. Gue grogi! Body Lila lebih besar dari si Abu apalagi dari si Baleno. Dan dia matic. Gue merasa lebih nyaman nyetir pake manual alias pake si Abu. Matic yang hanya sangat tergantung dengan kekuatan rem bikin gue jadi takut nyetir ngebut. Alhamdulillah, lepas dari Jl. Tol Cikampek, gue gantian nyetir sama bokap. Tapi bagaimanapun, gue akui, Lila tarikannya asik banget dah!
Hari itu kita gak bermalam di Bandung, tapi di Cipanas, tepatnya Hotel Sumber Alam. Sempet juga nyekar ke makan Ninik di Wanaraja. Ugh, tenggorokan gue saat itu sakit sekali! Sepertinya gue mau flue. Dan ergh, perut gue juga terasa kembung dan kram banget! Akhirnya malem2 dikerokin sama nyokap. Then I felt better.
Besoknya, kita berangkat ke Bandung. Mpe kota Bandung, kita langsung makan di Warung Nasi Khas Sunda Laksana, Jl. Soekarno Hatta. Itu langganan kita setiap ke Bandung! Sambelnya pedes banget tapi enak. Anyway, gue agi suka banget makan pake lalapan selada air.
Lalu hari itu kita sempet ke berbagai tempat, seperti ke pusat perbelanjaan dan nyekar di Sirna Raga. Setelah keluar masuk hotel, akhirnya kita memutuskan untuk bermalam di Hotel Patradissa. Masalahnya, hotel2 laen dah penuh, dan harganya juga sedang melonjak karena libur nasional.
Besoknya, baru dey kita silaturahmi ke rumah sodara2. Sebenernya bosenin juga yah dengerin obrolan orang tua, tapi gue terhibur juga dengan sajian kue2 di atas meja. xP Abis mertamu, gue sempet belanja sandal. Duh duh, keuangan gue semakin menipis niy. Selain untuk patungan bayar hotel (gue gak enaklah sama ortu kalo gak ikut patungan), gue juga belanja kebutuhan gue dan beli oleh2. Cuma gak apalah menikmati uang THR. :P
Dan besoknya agi, baru dey kita pulang ke Jakarta. Gue gak berani pegang setir sama sekali saat itu even di jalan tol. Selain kesehatan gue agi buruk (kerjaan gue batuk2 mulu, idung gue mampet, dan perut gue kram)... gue juga trauma sama kejadian di Tol Jagorawi yang merengut nyawa 6 korban itu.
Alhamdulillah, kita sampai di rumah dengan selamat. Perjalanan dari Bandung ke Jakarta hanya ditempuh selama 2,5 jam! Cepet yah? Selain jalanan sepi, bokap gitu2 nyetirnya ngebut lho.
Mpe rumah, gue angkutin barang2 dari mobil ke dalem rumah, trus beres2, bersih2, dan istirahat. Seneng dey bisa ketemu rumah dan Jakarta agi!
Dan hari Sabtu kemaren, gue menghabiskan waktu SEHARIAN sama Bang Ai tersayang. Hihi. Lucu banget. Kita salah baca SMS. Kita sangka arisan 3sakti nya tuh kemaren, ternyata Sabtu depan toh? Padahal kita dah markir mobil di Pizza Hut Mt. Haryono dengan pedenya. Tapi gak apa. Kita jadi bisa maen billiard bareng di Sinema. Dowh, billiard gue makin hari makin buruk aja siy?! x(
Yang pasti, gue seneng banget kemaren bisa menghabiskan waktu bersama Bang Ai. Dia lucu dan begitu perhatian sama gue yang agi sakit. Gue semakin sayang aja sama dia. Dan gue takut kalo harus kehilangan dia.
Uuuhhh... rasa2nya dah panjang banget cerita gue ini. Well, jari gue dah keriting dan gue pikir gue harus menyudahi cerita gue sampai di sini karena gue mau mandi. Nyokap dah manggilin gue berkali2 tuh nyuruh gue cepetan tidur nemenin beliau. She said, "Kamu kan mulai besok dah sibuk kerja agi, gak pernah makan di rumah agi, gak pernah tidur siang agi, dan bakalan jarang ketemu mama." Hikz hikz, gue terharu mendengarnya.
So, tha tha for now, BloGgY! Mpe ketemu agi!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment