Monday, February 05, 2007

Dearest My BloG,

Weekend ini banyak hal yang membuat gue jadi mengingat PERTH. Bermula saat nonton infotaiment dan melihat Nia Zulkarnain n Ari Sihasale cerita betapa indahnya Perth dan betapa mereka tidak bisa melupakan Perth,kota tempat pertama kali mereka memadu kasih (taelaaa bahasa gue yak?) hingga akhirnya mereka juga menikah di Perth walaupun mereka sudah melakukan pernikahan di Papua. Lalu sehubungan banjir di mana2 dan membuat weekeend ini gue harus stay at home, guepun beres2 barang bekas pindahan mumpung sempet. Kemudian gue menemukan berkas2 gue kuliah di Perth. Gue bukain satu per satu. Ada bahan thesis gue, ada komentar anak2 tentang presentasi gue sewaktu Craig jadi evidence gue.

Kata orang2, banjir tahun 2007 ini menyerupai dan lebih parah yah daripada banjir 5 tahun yang lalu which means banjir di tahun 2002? Kata orang2, banjir tahun 2007 ini, jatuh bertepatan tanggal dan bulannya dengan banjir tahun 2002.

Terus terang, gue gak begitu merasakan banjir tahun 2002. Well, okay, gue sempet ngerasain hujan yang turun gak berenti2 dan kemacetan akibat hujan itu. Gue berangkat ke airport memakan waktu berjam2 hingga gue hampir ketinggalan Quantas. Badut, Danu dan beberapa temen gue yang lain tidak bisa mengantarkan kepergian gue karena terjebak banjir. Dan setelah itu gue sudah terbang menuju Perth. Gue cuma bisa lihat pemandangan banjir di Jakarta via proyektor screen nya Sybe, dosen gue di Perth. Di mana lampu merah Thamrin dan Sudirman tinggal keliatan merah2nya aja. Di mana tanggul Manggarai hampir jebol dan jika jebol katanya akan membuat seluruh bagian Jakarta kelelap.

Semua memori tentang Perth membuat gue kembali membuka2 dan membaca2 satu persatu archieve gue selama di Perth. Betapa banyaknya cerita yang telah terjadi di sana dan itu membuat gue tersenyum, terharu, bersedih. Intan "Caur", Ida, Innaloo, City, Fremantle, Moondyne Drive, Swanlake, Han's Cafe..., Craig... semuanya indah banget untuk dikenang.

Tersadar gue, betapa gue saat itu begitu luar biasa. Di mana gue mencoba bertahan melawan rasa home sick yang mendera begitu hebat. Di mana gue jauh dari orang2 tersayang. Di mana gue mencoba menjadi seorang Sasha yang berhasil mendapatkan nilai presentasi terbaik dan nilai team work tertinggi di kelas. Gue yang cengeng, manja, penakut, di sana bisa menjadi orang yang mandiri, berusaha perang dengan ketidakdisiplinan, dan mencoba kuat untuk berpisah dari sesuatu yang begitu dicintai.

Gue kangen Sasha saat itu.

Dan gue begitu kangen Perth.

Jika ada seseorang menanyakan, apa yang begitu gue inginkan saat ini... Gue akan menjawab, "Gue sangat ingin kembali ke Perth."

No comments:

Post a Comment