Saturday, February 17, 2007

Pernah gak kamu... menemukan seseorang yang begitu menyerupai seseorang di masa lalu kamu? Suaranya, caranya berbicara, caranya tertawa, caranya memanggil nama gue... dan teman2nya pun adalah orang2 yang juga menjadi teman2 seseorang di masa lalu itu.

Well yeah, gue menemukan orang yang begitu menyerupai Ranggi. Membuat gue sempat terhenyak begitu hebat. Dan membuat gue tidak kuasa untuk bicara padanya, "Maaf, tapi loe begitu mirip dengan seseorang di masa lalu gue." Dan dia dengan nada suara yang khas dan kekehannya menjawab, "Hah,yang bener kamu, Sha???"

Dia... memang sangat mirip Ranggi...

Anyway, hari Senin lalu gue gak masuk karena sakit. Kepala gue pusing, badan gue demam, dan diare. Akhirnya gue bed rest di rumah. Dan Dimaz hari Senin lalu nginep di rumah gue. Dia baru aja tiba dari Surabaya tanpa ditemenin Mbak Andrin karena Mbak Andrin masiy mau nemenin mamanya di Surabaya.

Pas Dimaz dateng, mukanya keliatan capek banget dan seperti masiy nyimpen kesedihan yang dalam. Gue peluk aja. Trus gue ajak becanda2. Tapi akhirnya kita jadi ngobrolin tentang almarhum Oom Hendro. Sangat menyedihkan saat mendengar tanda2 kepergiannya. Bagaimana beliau malam2 dan diam2 mengirimkan fax kepada Oom Yugo, sebuah puisi untuk anak2nya dan istrinya, di mana pada akhirnya Oom Yugo dan semua orang tahu, Oom Hendro ingin agar puisi2 tersebut dibacakan di pemakamannya. Juga bagaimana beliau yang berkata dengan begitu sumringah, "Aku puasss banget bisa ketemu sama Bram anakku!" setelah selama sebulan menghabiskan waktunya bersama Mas Bram, anaknya yang bekerja di Amrik. Juga bagaimana beliau selama di Amrik menjadi begitu manja dan rewel, pen ini pen itu, padahal biasanya dia selalu mengalah mengikuti ke mana anak2nya pen makan atau bepergian. Juga bagaimana saat perjalanan seminar terakhirnya ke Turki, dia nampak pendiam, sangat tidak seperti biasanya.

Banyak orang memperkirakan, tidak ada tempat lain untuk beliau selain surga. Cobalah lihat pemakamannya, bagaimana mulai dari gubernur hingga anak2 yatim mengantarkannya ke liang kubur. Tetapi itu hanya perkiraan manusia. Kita gak pernah tahu bagaimana kehendak Allah. That's why, gue dan semua orang akan senantiasa berdoa semoga Oom Hendro benar ditempatkan di sisi Allah, dihapuskan semua dosa2nya dan dimuliakan semua pahalanya. Amin.

Dan hari ini gue pergi sama mom. Beli souvenir buat akad nikah dan resepsi. Bentuknya apa? Lihat aja nanti :). Well, besok gue dan Bang Ai insya Allah mau DP fotografi (phew, finally kita ketemu yang kita inginin! alhamdulillah...), trus mau ke salon dan pergi ke kawinan temennya Bang Ai di Patra Jasa.

Oke dey, have a nice weekend yah, BLoGgY sayang...

PS : Actually, my heart is so blue today.

No comments:

Post a Comment