Friday, January 04, 2002

BloGgY, Badut bercerita ma gue, tentang seorang ce bernama Ay**, ce yang dikenalin Mas Eki ke anak2 termasuk gue dan Badut tepatnya setahun yang lalu. Ce yang gue akui sebagai ce dengan aura dasyat! Cantik, tinggi, ramah, enchantfull. Nilai 9+ deh gue kasih buat dia. Dan gue rasa, ce itu tahu everyone spellbounds dengan dirinya.

Gue masih ingat waktu di Parkit, dia duduk di antara temen2 co gue. Karena dia punya wajah yang indah, gue yang notabene cewek normal, tergugah untuk menatap semua geraknya. Dia punya senyum dan tawa yang renyah dan gue gak heran sama sekali gak heran, saat temen2 co gue dah pada duduk merapat2 ke dia dan enthusiastic menatap dia bicara. Padahal di hari itulah mereka baru saling mengenal. Her entachment memang luar biasa.

Alur ceritapun bergulir di antara teman2 gue yang membuka mata - hati gue tentang ce itu. Damn! Keindahan yang dia punya bahkan mengikis kedewasaan teman2 co gue. Rela makan temen hanya untuk meraihnya? Di sini gue mengutuk habis2an, tapi di sana ce itu seakan tidak peduli dengan tebaran pesona yang dia gores di hati teman2 co gue itu. Suatu hari dia berlari ke dahan A, ketika dia lelah dia berlari ke dahan B, saat dia bosan dia berlari lagi ke dahan C, ketika dia ingin berpetualang dia kembali ke dahan A, begitu seterusnya.

Gue yakin, saat hati temen2 co gue terluka karena hempasannya, 101 sumpah serapah ditujukan untuknya. Badut pernah mohon sama gue, "Tolong jangan sebut nama dia lagi! Gue gak mo inget. Gue gak mo terlibat lagi apa2 sama dia." Ternyata suatu hari Badut datang kembali pada gue dengan cerita baru, "Dia kemaren epon gue. Ngajak gue jalan. Yah, dia juga tanya2 tentang perasaan gue pada dia."

Kamu tahu, BloGgY? Saat Badut cerita hal itu, gue bisa lihat senyumnya yang ceria sekali. Gue bisa lihat matanya yang berbinar2. Beda saat dulu, saat Badut memohon pada gue untuk tidak mengungkit nama ce itu lagi. Dan kamu tahu, BloGgY? Perubahan mimik muram-ceria-muram-ceria tersebut harus gue temui berulang-ulang.

Jadi gue tidak kaget mendengar cerita Badut semalam tentang ce bernama Ay** itu. Cerita yang menyenangkan sih, pada awalnya. Dan dalam waktu 4 jam, Badut mengakui, yang menyenangkan itu bisa diubah sang ce dengan sebuah BENCANA. Badut memohon ke gue untuk ke 102 kalinya, "Jangan sebut nama dia lagi, Sha. Dia itu ce gatel yang bikin gue tersanjung. Gue gak mau terima epon dia lagi, gak mau sms dia lagi"

Hahaha, Badut, noe what? U are a fool man in a foolish game!

Well, hari ini gue gak bisa bernafas dengan bener2 lancar karena gue akan menghadapi suatu hal yang... sedikit banyak menegangkan. Konferensi Meja Bundar, begitu cara mama mengindentifikasikan. Fuck! Shit! Ke mana kamu, Mas Roy? Should i face it alone? Bukan sekali memang gue harus stuck dalam situasi seperti ini. Tapi setiap ke stuck an tetap saja membuat gue sangat ketakutan.

Tapi at least gue bisa gembirah hari ini karena nanti malem ada film Armageddon di Indosiar jam 1/2 10. Kenapa gue gencar banget, BloG, ngasih tau ke semua orang dan nyuruh mereka buat nonton? Karena bagi gue itu film... beuh... hhh... *speechless*. Hampir semua yang ada di sana bikin gue "foolhardy". Ceritanya, acting Bruce Willis nya, tampang gantengnya Ben Afflect, seksieh nya Liv Taylor, I don't Wanna Miss A Thing nya Aerosmith... t-o-b!

Gue inget waktu Armageddon ada di bios. Waktu itu gue pulang naek mobil Kk Norman, bareng Kk Dany dan Eno, sehabis orasi di kampus. Pas bermacet2 ria di depan PS, Kk Norman nunjuk poster Armageddon yang agi terpampang dan bilang, "Itu film nya bagus banget lho!" Cuma gue gak sempet2 nonton hingga film itu turun dari peredaran semua bios Jakarta. Dan gue yang maniak nonton pelem ini tetep berhasrat pen nonton Armageddon bagaimanapun juga.

Suatu hari, gue baru bisa menemukan vcd Armageddon. Guepun sengaja nonton sendirian di kamar gue, malem2, saat semua sudah tidur. Gue pen menghayati ceritanya. Ternyata, bukan menghayati, gue malah sesunggukan di akhir cerita. Aer mata gue netes mulu. Untung banget di kamar sendirian jadi gak ketawan noraknya!

Lalu hp gue berbunyi, ternyata dari Dhanny. Begitu denger suara dia gue langsung ngadu, "Dhanny, Cacha cedih niiih..." Dan dia ngakak pas gue cerita bahwa gue abis nangis gara2 baru nonton film Armageddon. "Ih, nangisnya telaaat. Orang2 mah dah nangis dari tahun kapan." !@#$%^&*( Yang penting gue berhasil nonton !!!

Sebenernya sampai sekarang vcd Armageddon itu masih ada di rumah gue. Jadi seharusnya gue gak heboh2 banget kan Armageddon diputer di Indosiar nanti malem. Tapi yah... i take a fancy so much with da movie!!! Dan *ehem*, film indah itu Sha persembahin yah buat kamu... abis kamu juga indah sih... =)~~~

No comments:

Post a Comment