Malem. BloGgY...
Baru aja gue bangun. Dah makan nasi. Sekarang agi ngemil coklat Toblerone. Dingin. Gak tau deh di luar masih ujan pa gak, soalnya kuping gue ketutup headphone. Cuma yang pasti, hari ini Jakarta kuyup. Tanaman2 pasti pada girang karena debu2 yang melekat di tubuh mereka sudah tersekakan. Tapi bagaimana dengan pohon2 besar yang tumbang? Bagaimana dengan banjir yang menggenang? Bagaimana dengan para pejalan kaki yang tak punya tempat berteduh?
Abis ngerubah jadwal hidup 6 hari ke depan, hanya dalam hitungan waktu 1/2 jam. Bingung sempet, lelah iya. Well, bukan di sini gue mo jadi orang egois, BloG, cansel planning seenaknya, ngundurin janji semaunya. Gue malah butuh inisiatif orang laen. Bingung juga, gimana bisa jadi orang yang seimbang. Kadang gue pen dijadiin ratu sehari. Tinggal jentikin jari, semua beres. Hhh, Sha, ngayal aja loe!
Well, tadi gue bobok ma nyokap. Nonton tv, mata kleyeb2, denger gemericik jatuh dari langit dan genteng, guepun terlelap. Enak banget walo sempet ngalamin mimpi yang... kok "ngena" banget? Tentang Dini. Damn. Tuh cewek agi ngapain yah? Bisa gak yah dibandelin bolos sehari? Na na na. Bisa gak yah, lusa akan sama menyenangkannya dengan 3 tahun lalu? Bersembilan tanpa beban. Waktu itu gue baru melihat kamu, Arso, sebagai orang yang pantas gue sayangi. Kalo sampai kini gue masih mengingat 3 tahun silam itu , dan bagaimana kamu menyuapi nasi goreng tradisional ke dalam mulut gue, di antara buih ombak malam Pantai Mutiara, jangan salahkan ya? Kamu waktu itu masih naif dan sederhana. Sekarang, hem, kamu tambah hebat! Himpunan, senat, yang kamu dewakan itu, bagaimana kabarnya? Rumah kamu yang di Kebon Jeruk Baru dah selesai? Mas Roland betah di tempatnya sekarang?
Yah, kamu memang dah pergi, So. Dan lusa, ada kamu maupun gak ada kamu, gue harus tetep senyum. Gue di sini masih bisa berdiri tegak kok, So, dengan orang2 yang gue sayangi. Eh iyah, katanya Aldi mo ikut lho. *cling-kerlingan mata nakal*. Asik kali ye, nyobain mitsubishi matic nya jam 10 malem kek waktu itu? Hahaha. Masih gue inget, gimana dia memandang kita2 dengan muka tentara yang pucat pasi? Dan kita2 memang bukan orang dengan perasaan yang peka! Damn damn. Sampai matipun gue gak akan melupakan semua itu, Arso.
Besok rencana pergi makan seafood ma bonyok. Ngerasain suasana kekeluargaan, BloG, walo gue gak tau semuanya masih tulus pa gak. Ada sedikit kekhawatiran untuk pergi sebelum memastikan bahwa mereka akan baek2 aja di sini. Jika memang karena gue ada, BloG, di antara mereka, sehingga mereka punya "sesuatu" untuk mengalihkan rasa yang SESUNGGUHNYA saling membutuhkan, lebih baek gue pergi selamanya. Dari dulu hingga sekarang, yang gue harapkan, adalah melihat bonyok gue kembali saling mencintai sebagaimana mereka melakukannya saat mengikrarkan janji sehidup-semati, sebagaimana gue pernah mencintai orang2 yang gue cintai, termasuk kamu di sana.
Apa kabarnya? Udah tidurnya? Udah makannya? Gak keujanan lagi kan? =)
Gue memang kangen "dia". Seperti malam ini, BloG. Dan gue juga kangen Mas Eki. Bingung bagaimana menghubungi abang gue yang satu itu. Seringkali gue sindir, "Agian hp dikasih2 ke orang." Hehehe. Yah, moga2 besok pagi my bro Eki epon gue, supaya gak misuh2 pas tau gue masih di rumah, sementara dia sudah terjebak dalam kebisingan kampus. Huff! Satu yang sulit dari Mas Eki, adalah membujuk dia mencintai internet. Seumur2 baru 2 kali mungkin, dia membuka kamu, BloG. Gue sampe memberi warning, "Gue akan sangat KECEWA jika sampai gue pergi, kamu gak juga membuka blogger gue. Di sana banyak nama kamu, Ki. Apa kamu gak ingin melihat bagaimana gue mencantumkan nama kamu itu?"
Bagaimanapun gue menambatkan hati ke orang laen, BloG, gue gak akan pernah ngeluapin Mas Eki. Pasti dia akan selalu gue simpen dalam satu ruang di hati gue.
Lagu di headphone gue agi abis. Ternyata masih hujan. Tinggal besok nunggu berita di tv-radio-koran, tentang korban2 si Raja Air itu. Macet-bah-longsor. Hush! Moga2 gak. Well, malem BloG.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment